ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Tembus Rp 120.000 Per Kg, Cabai Oranye Dijual Rp 5.000 Per 10 Biji

Rabu, 25 Februari 2026 | 22:29 WIB
B
DM
Penulis: Budiman | Editor: DM
Lonjakan harga cabai oranye di Kabupaten Lebak, Banten, membuat pedagang sayur keliling harus memutar otak agar dagangannya tetap laku. Harga yang kini menembus Rp 120.000 per kilogram dinilai memberatkan masyarakat kecil. Salah satu pedagang, Suhendi (38), warga Kampung Rancawiru, Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar, memilih menjual cabai secara eceran dalam kemasan kecil.
Lonjakan harga cabai oranye di Kabupaten Lebak, Banten, membuat pedagang sayur keliling harus memutar otak agar dagangannya tetap laku. Harga yang kini menembus Rp 120.000 per kilogram dinilai memberatkan masyarakat kecil. Salah satu pedagang, Suhendi (38), warga Kampung Rancawiru, Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar, memilih menjual cabai secara eceran dalam kemasan kecil. (Beritasatu.com/Budiman)

Rangkasbitung, Beritasatu.com - Lonjakan harga cabai oranye di Kabupaten Lebak, Banten, membuat pedagang sayur keliling harus memutar otak agar dagangannya tetap laku. Harga yang kini menembus Rp 120.000 per kilogram dinilai memberatkan masyarakat kecil.

Salah satu pedagang, Suhendi (38), warga Kampung Rancawiru, Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar, memilih menjual cabai secara eceran dalam kemasan kecil.

“Kalau cabai oranye sekarang Rp 120.000 per kilo. Lagi mahal, melambung harganya,” ujar Suhendi saat ditemui berjualan keliling di Lebak, Rabu (25/2/2026).

Agar tetap terjangkau pembeli, Suhendi membagi cabai oranye dalam bungkus kecil seharga Rp 5.000 per kemasan. Satu bungkus berisi sekitar 10 biji cabai ukuran kecil. “Paling eceran Rp 5.000 dapat sekitar 10 biji kecil-kecil. Biar masyarakat tetap bisa beli walaupun sedikit,” katanya.

ADVERTISEMENT

Ia mengaku dari seperempat kilogram cabai, bisa dibagi menjadi beberapa bungkus kecil untuk dijual secara keliling di kampung-kampung. Berbeda dengan cabai oranye yang masih mahal, harga cabai rawit merah justru mulai turun. 

Saat ini dijual sekitar Rp 50.000 per kilogram, setelah sebelumnya sempat mencapai Rp 70.000 hingga Rp 80.000 per kilogram. “Cabai rawit merah sekarang sudah turun sekitar Rp 50.000 per kilo. Sebelumnya sempat Rp 70.000 sampai Rp 80.000,” jelasnya.

Menurut Suhendi, cabai oranye menjadi satu-satunya jenis cabai yang masih bertahan dengan harga tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Akibat mahalnya harga, Suhendi juga mengurangi stok yang dibawa saat berjualan. 

Jika sebelumnya ia biasa membawa 2-3 kilogram cabai oranye, kini hanya sekitar setengah hingga satu kilogram saja. Sementara untuk cabai rawit merah ia membawa sekitar 1 kilogram, dan bawang sekitar 2 kilogram. “Kekuatan segitu saja sekarang,” ujarnya.

Meski sudah dijual eceran, banyak pembeli tetap mengeluhkan harga cabai yang tinggi. Suhendi pun berharap harga segera turun agar tidak semakin membebani masyarakat kecil. “Tolonglah harga diturunkan, jangan kemahalan. Kasihan masyarakat yang beli,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon