40 Kecelakaan Laut Terjadi di Pantai Lebak Selama Libur Lebaran 2026
Minggu, 29 Maret 2026 | 11:12 WIB
Lebak, Beritasatu.com - Lonjakan wisatawan selama libur Lebaran 2026 di pesisir selatan Kabupaten Lebak, Banten, berdampak pada tingginya angka kecelakaan laut. Berdasarkan data Balawista, tercatat puluhan kejadian laka laut sepanjang periode libur tersebut.
Tingginya angka kecelakaan ini dipicu kelalaian wisatawan yang kerap mengabaikan peringatan petugas penjaga pantai, terutama terkait larangan berenang di zona berbahaya.
"Kalau yang terseret ombak memang banyak, tetapi sebagian besar bisa diselamatkan. Yang meninggal dunia ada dua orang," kata Kepala Balawista Kabupaten Lebak, Erwin Komara Sukma kepada Beritasatu.com, Minggu (29/3/2026).
Ia menjelaskan, korban pertama merupakan wisatawan asal Pandeglang yang terseret ombak di kawasan Pantai Sawarna. Korban sempat diselamatkan dan dibawa ke puskesmas, tetapi nyawanya tidak tertolong akibat kehabisan napas.
Sementara itu, korban kedua adalah wisatawan asal Depok yang hilang setelah terseret ombak di kawasan Pantai Pulau Manuk. Hingga kini, korban masih dalam pencarian oleh tim SAR setelah dilaporkan hilang selama beberapa hari.
"Korban di Pulau Manuk sampai sekarang masih dalam pencarian. Melihat waktu yang sudah berjalan hampir empat hari, kemungkinan besar korban tidak selamat," ujarnya.
Erwin menyebutkan, total hampir 40 kejadian laka laut tersebut tersebar di sejumlah titik pantai selatan Lebak, mulai dari kawasan Sawarna hingga Pulau Manuk.
Menurutnya, tingginya angka kecelakaan laut bukan disebabkan minimnya pengawasan petugas, melainkan karena banyak wisatawan yang tidak mematuhi aturan keselamatan.
"Di lokasi sudah ada rambu-rambu, bendera merah, dan imbauan dari petugas, tetapi masih banyak wisatawan yang nekat berenang di area berbahaya," ungkapnya.
Ia menambahkan, sejumlah pantai di Lebak Selatan memang dikenal rawan kecelakaan laut, di antaranya Pantai Ciantir Sawarna, Pantai Goa Langir, Pantai Pasir Putih Ciara, dan Pantai Karang Seke.
Balawista mengimbau wisatawan untuk selalu mematuhi rambu keselamatan, khususnya tanda bendera merah yang menandakan arus kuat dan berbahaya.
"Keselamatan itu tanggung jawab bersama. Kami minta wisatawan tidak ngeyel dan selalu mengikuti arahan petugas di lapangan," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




