Miris! Kasus Kekerasan Seksual Anak di Pandeglang Meningkat
Selasa, 21 April 2026 | 08:33 WIB
Pandeglang, Beritasatu.com - Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Pandeglang, Banten, menunjukkan tren meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Data UPTD PPA mencatat mayoritas kasus masih didominasi kekerasan seksual, dengan pelaku kerap berasal dari lingkungan terdekat korban.
Sepanjang 2022, tercatat 47 kasus kekerasan. Angka tersebut melonjak menjadi 90 kasus dengan 97 korban pada 2023. Meski sempat turun menjadi 73 kasus pada 2024, jumlahnya kembali meningkat pada 2025 menjadi 75 kasus dengan 88 korban.
Memasuki 2026, hingga April tercatat sembilan laporan kasus kekerasan. Meski terlihat menurun, jenis kasus tetap didominasi kekerasan seksual terhadap anak, yang menjadi perhatian utama pemerintah daerah.
Kepala UPTD PPA DP2KBP3A Pandeglang, Mila Oktaviani, menyebut peningkatan laporan tidak selalu berarti lonjakan kejadian, tetapi juga menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melapor.
“Kekerasan seksual terhadap anak selalu menjadi headline karena jumlahnya mendominasi. Banyak anak usia SD bahkan tidak sadar mereka menjadi korban hingga kondisinya sudah parah,” ujarnya, Selasa (21/4/2026) pagi.
Ia menambahkan, pola kekerasan semakin mengkhawatirkan karena pelaku justru berasal dari orang-orang terdekat, seperti keluarga, kerabat, hingga tetangga.
Fenomena ini menjadi sorotan serius pemerintah daerah. DP2KBP3A menilai perlindungan anak harus diperkuat melalui edukasi, pengawasan lingkungan, serta keberanian melapor agar kasus serupa dapat dicegah sejak dini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




