Sindir SBY Pascaputusan Mahkamah Konstitusi, Anas: Tak Seperti Dipergunjingkan Aliran Bocor
Jumat, 16 Juni 2023 | 13:03 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Mantan ketua umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum kembali menyindir mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY di akun Twitternya, pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang sistem proposional terbuka Pemilu 2024. Mantan presiden SBY sebelumnya mengomentari postingan Denny Indrayana soal 'bocoran' keputusan Mahkamah Konstitusi terkait Pemilu 2024.
"Inilah urgensi mengapa dulu saya bilang : tunggu sampai MK membacakan putusannya. Faktanya : dalam hal permohonan terkait sistem pemilu, terbukti MK memegang "disiplin wilayah" dan "tertib berpikir". Tidak seperti yang dipergunjingkan oleh aliran bocor2 dan golongan peramal atau perdukunan," cuit Anas Urbaningrum di akun Twitternya @anasurbaningrum, dikutip Jumat (16/6/2023).
Beberapa waktu lalu Mantan presiden SBY sebelumnya mengomentari postingan Denny Indrayana pagi tadi soal 'bocoran' keputusan Mahkamah Konstitusi terkait Pemilu 2024. "Pagi ini saya mendapatkan informasi penting. MK akan memutuskan pemilu legislatif kembali ke sistem proporsional tertutup, kembali memilih tanda gambar partai saja. Info tersebut menyatakan, komposisi putusan 6 berbanding 3 dissenting," tulis Denny.
Mantan atasan Denny Indrayana, SBY, pun langsung berkomentar dan mempertanyakan kepada MK apa urgensinya mengganti sistem pemilu. "Pertanyaan pertama kpd MK, apakah ada kegentingan & kedaruratan sehingga sistem pemilu diganti ketika proses pemilu sudah dimulai? Ingat, DCS (Daftar Caleg Sementara) baru saja diserahkan kpd KPU. Pergantian sistem pemilu di tengah jalan bisa menimbulkan "chaos" politik *SBY*," komentar SBY dalam akun Twitternya @SBYudhoyono.
"Perubahan sistem untuk pemilu tahun 2009 terjadi pasca putusan MK 23 Desember 2008. Pemungutan suaranya terjadi pada 9 April 2009. Pemilu 2009 terbukti berjalan lancar dan tidak ada "chaos" politik. Jadi lebih baik Pak @SBYudhoyono tidak bicara "chaos" terkait dengan pergantian sistem pemilu di tengah jalan. Tidak elok bikin kecemasan dan kegaduhan. Cukuplah bicara dalam konteks setuju atau tidak. Itu perihal perbedaan pendapat yg biasa saja," cuit Anas atas pernyataan SBY di Twitter, Minggu (28/5/2023).
Tak hanya satu kali cuitan, bahkan SBY menuliskan komentarnya dalam 10 tweet terkait apa yang disampaikan Denny Indrayana tersebut. Komentar itu pun segara disanggah oleh Anas Urbaningrum. "Maaf, sekadar menuliskan fakta kecil terkait pemilu 2009 yg juga terjadi pergantian sistem pemilu di tengah jalan. Tidak mungkin beliau lupa atas peristiwa pemilu 2009 tersebut yg alhamdulillah tidak terjadi "chaos", melainkan baik2 saja," sanggah Anas.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




