ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ramai Karangan Bunga di MK Jelang Putusan Sengketa Pilpres, Singgung Manchester City dan Arsenal

Jumat, 19 April 2024 | 19:15 WIB
SD
R
Penulis: Sella Rizky Deviani | Editor: RZL
Karangan bunga yang diletakkan di dekat kantin gedung 3 MK ini merupakan ungkapan terima kasih dari pihak-pihak yang mengapresiasi kinerja MK dalam menghadapi sengketa Pilpres 2024.
Karangan bunga yang diletakkan di dekat kantin gedung 3 MK ini merupakan ungkapan terima kasih dari pihak-pihak yang mengapresiasi kinerja MK dalam menghadapi sengketa Pilpres 2024. (Beritasatu.com/Sella Rizky Deviani)

Jakarta, Beritasatu.com - Tiga hari menjelang pengumuman sengketa Pilpres 2024, gedung 3 Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, pada Jumat (19/4/2024) dihiasi belasan karangan bunga. Karangan bunga yang diletakkan di dekat kantin gedung 3 MK ini merupakan ungkapan terima kasih dari pihak-pihak yang mengapresiasi kinerja MK dalam menghadapi sengketa Pilpres 2024.

Selain apresiasi kepada MK, beberapa pesan yang ditampilkan pada bunga tersebut juga memiliki nada sindiran yang menggelitik. Beberapa di antaranya bahkan mengaitkan kubu yang kalah di Pilpres 2024 ini dengan pertandingan sepak bola.

"Arsenal sama City kalah di UCL masuk goa secara legowo, nggak nuduh bansos ke Madrid sama Bayern," tulis The Gunners Sumberlawang dalam karangan bunganya.

ADVERTISEMENT

"Manchester United nggak pernah nuduh Manchester City menang karena bansos, meskipun mereka merah dan biru langit," tulis Citizens Gemblong.

Bunga lainnya juga menyindir kubu 01 dan 03 untuk legawa dengan hasil Pilpres 2024 yang menyatakan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai pemenanganya.

"Minta didiskualifikasi? Pengen menang banget?" tulis Komunitas Anak Rantau.

"Difitnah pilih karena bansos oleh jajaran tak terima kalah," tulis Muda Progresif.

Juru Bicara MK, Fajar Laksono, menyatakan karangan bunga tersebut disimpan sebagai bentuk apresiasi kepada MK tetapi untuk menjaga netralitas dan independensi hakim selama proses persidangan.

"Karangan bunga merupakan bentuk apresiasi kepada MK. Namun, untuk menjaga netralitas dan independensi hakim konstitusi baik selama maupun di luar persidangan, kami memutuskan untuk menyimpannya," kata Fajar, Jumat (19/4/2024).

"Kami menghargai dan berterima kasih atas apresiasi yang diberikan melalui karangan bunga tersebut. Kami menempatkannya di lokasi yang tepat untuk menjaga netralitas MK," tambah Fajar.

Fajar tidak dapat mengonfirmasi secara pasti siapa pengirim karangan bunga dan menyebutkan bahwa karangan bunga tersebut dikirimkan pada Jumat pagi.

"Kami menerima karangan bunga ini pada Jumat pagi, namun tidak mengetahui secara pasti siapa pengirimnya," jelasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT