Tak Minder Elektabilitas Rendah, Sandiaga Uno Pertimbangkan Maju di Pilgub Jakarta 2024
Rabu, 31 Juli 2024 | 17:32 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Sandiaga Salahuddin Uno, memberikan sinyal untuk kembali maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jakarta 2024. Meskipun elektabilitasnya saat ini masih rendah, Sandiaga tetap mempertimbangkan untuk maju, mengingat pada Pilkada Jakarta 2017 ia juga memulai dengan elektabilitas hanya 0,3%.
"Saya waktu mulai di DKI dengan elektabilitas 0,3%," ujar Sandiaga saat menghadiri acara Mukernas Perindo di Jakarta, Rabu (31/7/2024).
Menurut Sandiaga, wilayah Jakarta memiliki kemudahan akses sehingga setiap bakal calon gubernur memiliki peluang untuk meningkatkan elektabilitas.
BACA JUGA
Indikator Politik: Kaesang, Andika hingga Sandiaga Belum Beri Efek Elektoral untuk Cagub Jakarta
"Karena DKI ini wilayahnya terjangkau, siapapun yang berlaga di DKI punya peluang untuk meningkatkan elektabilitas," jelas Sandiaga.
Namun, Sandiaga menegaskan keputusannya untuk maju di Pilgub Jakarta masih tergantung pada keputusan pimpinan partai politik, terutama mengingat PPP hanya memiliki satu kursi di Jakarta.
"Kita harus menghitung, karena PPP hanya memiliki satu kursi," tutup Sandiaga.
Diketahui, elektabilitas Sandiaga Salahuddin Uno masih rendah di Pilgub Jakarta 2024. Berdasarkan hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia, elektabilitas Sandiaga hanya berada di angka 0,3% sebagai bakal calon gubernur Jakarta.
Dalam survei tersebut, Anies Baswedan memimpin dengan elektabilitas 39,7%, diikuti oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dengan 23,8%, dan mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di posisi ketiga dengan 13,1%.
Nama-nama lain seperti Menteri Sosial Tri Rismaharini, meraih elektabilitas 1,4%, disusul oleh Menteri BUMN Erick Thohir dengan 1,1%, dan politikus Golkar Erwin Aksa dengan 0,8%. Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep memiliki elektabilitas yang sama dengan Sandiaga Salahuddin Uno, yakni 0,3%.
Survei Indikator Politik ini dilakukan pada 18-26 Juni 2024 dengan melibatkan 800 warga Jakarta yang telah memiliki hak pilih sebagai responden. Sampel berasal dari seluruh kota di Jakarta dan terdistribusi secara proporsional. Pemilihan sampel menggunakan metode multistage random sampling, dengan margin of error sekitar 3,5% pada tingkat kepercayaan 95%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




