Arah Baru Penghematan Energi
Kamis, 16 April 2026 | 14:11 WIB
Djoko juga menyoroti pentingnya pengembangan mikromobilitas, seperti sepeda listrik dan skuter dengan dukungan jalur khusus guna mendukung perjalanan jarak pendek yang ramah lingkungan. Selanjutnya, optimalisasi logistik berbasis jalur rel menjadi strategi penting karena angkutan barang menggunakan kereta api dinilai jauh lebih efisien dibandingkan transportasi jalan berbasis truk.
Ia mendorong percepatan pembangunan jalur rel ganda serta reaktivasi jalur lama di Pulau Jawa dan Sumatera agar distribusi logistik dapat beralih ke moda yang lebih hemat energi.
Selain itu, pengembangan bahan bakar nabati, seperti biodiesel B40 dan B50, perlu terus dilanjutkan secara seimbang guna mendukung ketahanan energi sekaligus menjaga stabilitas pangan nasional Indonesia ke depan.
"Melalui integrasi kebijakan yang komprehensif, mulai dari reformasi subsidi, dukungan terhadap produksi bus listrik nasional, hingga optimalisasi logistik jalur rel, Indonesia memiliki peluang besar untuk keluar dari krisis energi," pungkas Djoko.

Kepala Laboratorium Energi Baru Terbarukan (EBT) Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) Ahmad Agus Setiawan mengatakan transisi energi menjadi kebutuhan mendesak di tengah dinamika geopolitik global yang kerap dipicu oleh perebutan sumber energi.
“Kalau kita mengikuti peta geopolitik, krisis seperti ini bukan hal yang baru. Perang itu selalu mencari sumber energi. Sementara, dunia ke depan berencana menekan produksi emisi. Ini akan sangat menyulitkan mereka yang tidak siap, sehingga kita perlu segera meninggalkan kenyamanan energi masa lalu, bergeser ke alternatif sumber energi lain,” katanya.
Sebagai salah satu negara dengan populasi terbesar dan tingkat konsumsi energi yang tinggi, Indonesia berkontribusi terhadap emisi karbon dunia. Meski kaya sumber daya, seperti nikel dan batu bara, ketergantungan terhadap energi fosil dinilai tidak berkelanjutan. Untuk itu, diperlukan pengembangan energi baru dan terbarukan.
Reporter: Erfan Ma'ruf, Addin Anugrah Siwi, Chandra Adi Murwidya, Antara.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




