Arah Baru Penghematan Energi
Kamis, 16 April 2026 | 14:11 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Perluasan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM). Strategi ini juga didorong tekanan global untuk menekan emisi dan mempercepat transisi energi bersih. Pemerintah melihat kendaraan listrik sebagai peluang membangun industri baru berbasis sumber daya lokal. Hilirisasi nikel menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pemain utama dunia.
Urgensi lain ialah beban impor BBM yang terus menekan APBN dan memperlemah neraca perdagangan. Apalagi, harga minyak dunia semakin mahal imbas dari perang di Timur Tengah. Dengan elektrifikasi transportasi, biaya energi diharapkan bisa ditekan, asalkan pasokan listrik nasional tetap stabil dan merata. Namun, tantangannya terletak pada ketergantungan terhadap teknologi asing yang masih tinggi, terutama pada baterai. Oleh karena itu, dibutuhkan industri baterai kendaraan listrik nasional.
Peresmian pabrik perakitan kendaraan komersial listrik PT VKTR Sakti Industries milik Bakrie Group di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah oleh Presiden Prabowo Subianto, Kamis (9/4/2026), menjadi momentum penting dalam mendorong industri transportasi nasional berbasis teknologi dan energi bersih.
“Industrialisasi adalah bagian akhir dari kebangkitan teknologi suatu bangsa. Teknologi harus diolah menjadi industri sehingga bermanfaat bagi suatu bangsa,” kata Prabowo.
Negara sebesar Indonesia, lanjut Prabowo, harus mampu membangun kemandirian pada sektor-sektor strategis, khususnya energi dan pangan. Dalam konteks tersebut, kehadiran industri kendaraan listrik merupakan langkah konkret menuju kemandirian energi, sekaligus penguatan struktur industri nasional.
“Kalau Jepang punya Isuzu, punya Hino, kalau Korea (Selatan) punya Hyundai, Daewoo, saya berharap beberapa tahun lagi kita akan melihat VKTR sebagai salah satu champion dari Indonesia,” ujarnya.

Peresmian fasilitas kendaraan listrik di Magelang merupakan tekad Indonesia untuk naik kelas, dari pengguna teknologi menjadi produsen, dari pasar menjadi pemain utama. Langkah ini sekaligus mempertegas arah pembangunan nasional yang bertumpu pada hilirisasi, inovasi, dan kemandirian ekonomi.
Kapasitas produksi PT VKTR Sakti Industries saat ini mencapai 10.000 unit bus dan truk listrik dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) sekitar 40%. Prabowo menargetkan dalam 2 tahun ke depan, TKDN bisa meningkat menjadi 60% atau mencapai 80% dalam 4 tahun.
Prabowo optimistis dan bangga atas kemajuan industri kendaraan listrik nasional, khususnya dalam kemampuan produksi bus dan truk listrik di dalam negeri. Capaian tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat kemandirian industri otomotif nasional berbasis energi bersih.
“Ini sangat-sangat penting dan memang rencana kita. Saya berharap pada 2028, kita akan produksi secara besar-besaran mobil sedan dari listrik,” kata Prabowo.
Presiden mengungkapkan pemerintah sedang membentuk perusahaan untuk memproduksi sedan listrik sebagai bagian dari penguatan ekosistem kendaraan listrik nasional.
Perluasan kendaraan listrik penting sebagai bagian dari strategi arah kebijakan nasional untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil dan beralih ke energi berbasis listrik serta energi terbarukan.
BACA JUGA
WFH Jurus Hemat di Tengah Perang
Prabowo berharap peningkatan kapasitas listrik nasional hingga 100 gigawatt bisa terealisasi dalam waktu relatif singkat. Program ini akan diiringi dengan penghentian bertahap pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang selama ini masih digunakan dan diklaim bisa mengurangi impor BBM secara signifikan.
“Dari menutup itu (PLTD), kita akan menghemat 200.000 barel sehari. Kita masih perlu impor, sekarang ini 1 juta barel sehari. Dengan kita tutup PLTD, kita menghemat langsung 20%,” katanya.
Saat ini, Indonesia telah memiliki sembilan perusahaan perakitan mobil listrik dengan kapasitas 70.060 unit per tahun, tujuh perusahaan bus listrik, serta 66 perusahaan roda dua dan roda tiga listrik. Indonesia juga telah memiliki proyek baterai terintegrasi dari hulu sampai hilir yang besar.
Populasi kendaraan listrik di Indonesia juga meningkat cepat menjadi 252.593 unit pada pertengahan 2025, dengan 67.123 unit kendaraan roda empat penumpang listrik. Penjualan mobil listrik berbasis baterai (BEV) pada kuartal I 2026 melonjak hingga 95,9% menjadi 33.150 unit dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penjualan itu membuat kontribusi terhadap total penjualan kendaraan menjadi hampir dua kali dari kuartal I 2025 yang baru 8,2%.
Indonesia Rising Giant
Dengan fondasi industri yang semakin kuat, dukungan kebijakan yang konsisten, serta kolaborasi antara pemerintah dan swasta, Indonesia diarahkan untuk tidak hanya menjadi pemain, tetapi pemimpin dalam industri kendaraan listrik global.
Prabowo optimistis dengan kebangkitan Indonesia sebagai kekuatan besar dunia. Dia menyebut Indonesia sebagai rising giant atau raksasa yang sedang bangkit karena memiliki fondasi yang sangat kuat untuk menghadapi tantangan global, terutama dalam sektor energi. Kekayaan sumber daya alam menjadi modal besar untuk melangkah dengan yakin di tengah ketidakpastian dunia.
“Kita harus waspada, tetapi kita optimistis. Kita akan menghadapi tantangan beberapa bulan yang akan datang, tetapi kita punya resources. Kita punya sumber-sumber yang sangat kuat, sangat banyak, walaupun bagaimana, kita harus hemat energi. Kita sekarang harus menuju energi yang bersih, energi terbarukan,” ujarnya.

Prabowo menegaskan kemandirian pangan dan energi merupakan syarat mutlak bagi Indonesia untuk bertahan dan terus tumbuh sebagai bangsa besar. Dia optimistis masa depan Indonesia sangat cerah dan penuh harapan.
“Indonesia tidak gelap, Indonesia sangat cerah, kita sangat kuat, makin kuat, pertumbuhan kita baik. Untuk anak-anak muda, masa depan kita cerah,” kata Prabowo.
“Tahun depan kita akan bikin kejutan untuk seluruh dunia, Indonesia sedang bangkit. This giant is waking up, we will not be anymore the sleeping giant, we are rising (Raksasa ini sedang bangkit. Kita tidak akan lagi menjadi raksasa yang tertidur, kita sedang bangkit),” sambungnya.
Genjot Motor Listrik
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah sedang menyiapkan regulasi dan peta jalan (roadmap) sebagai landasan percepatan ekosistem kendaraan listrik nasional. Salah satu fokus utama adalah mendorong produsen otomotif untuk segera meningkatkan kapasitas produksi kendaraan listrik, khususnya motor listrik untuk kebutuhan dalam negeri.
“Kita menginginkan semua penjualan motor listrik untuk pasar domestik,” kata Agus di Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Meski pemerintah akan mengarahkan penjualan kendaraan listrik di dalam negeri, Agus menegaskan produksi kendaraan berbasis mesin pembakaran berbahan bensin maupun diesel tetap dilanjutkan.
“Produksi kendaraan konvensional tidak perlu dihentikan, tetapi akan kita arahkan untuk ekspor ke berbagai kawasan, seperti Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Selatan,” ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




