Keluarga Korban Kebakaran Pabrik di Bekasi Datangi RS Polri Tanyakan Proses Identifikasi
Minggu, 3 November 2024 | 15:30 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Keluarga korban kebakaran pabrik minyak dan pakan ternak PT Jati Perkasa Nusantara di Bekasi, Jawa Barat mendatangi pos DVI antemortem Rumah Sakit (RS) Polri, Jakarta Timur, Minggu (3/11/2024).
Kunjungan keluarga korban adalah ingin menanyakan kelanjutan dari proses pemeriksaan dan identifikasi terhadap 11 kantung jenazah, dan satu kotak yang berisi bagian tubuh korban yang ditemukan di lokasi kebakaran.
"Kita minta kejelasan sejauh mana proses indentifikasi sedang diupayakan," ungkap Rajib, keluarga korban berinisial RH, saat ditemui seusai berbincang dengan pihak RS Polri.
BACA JUGA
Kebakaran Pabrik Minyak Goreng dan Pakan Ternak di Bekasi, Damkar: Pantang Pulang sebelum Padam
Saat ini proses pemeriksaan dan identifikasi masih dilakukan dengan metode sampel DNA yang mencocokkan 23 buah sampel DNA postmortem dari jenazah dan 12 sampel DNA antemortem dari sembilan keluarga yang melaporkan.
Sebelumnya, RS Polri juga telah membentuk tim disaster victim identification (DVI) untuk melakukan pemeriksaan dan identifikasi jenazah korban kebakaran.
Pemeriksaan jenazah itu, melibatkan tim kedokteran forensik, DNA forensik, odontologi forensik, psikologi forensik, dan tim antemortem. Pemeriksaan juga melibatkan tim kedokteran forensik RSCM/FKUI dan Forensik PDFMI Jaya.
Di samping itu, keluarga korban juga mempertanyakan terkait upaya dan tindak lanjut dari perusahaan dalam kasus ini. Keluarga korban menyampaikan, hingga kini perusahaan belum memberi jawaban.
"Perusahaan belum memberikan jawaban. Kami berharap ada kelanjutan lagi. Semuanya harus tanggung jawab dari perusahaan. Hingga kini juga belum ada santunan," tuturnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




