ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kenapa Jakarta Sering Mengalami Banjir? Ternyata Ini Penyebab Utamanya!

Selasa, 4 Maret 2025 | 13:30 WIB
MF
MF
Penulis: Muhammad Firman | Editor: MF
Penyebab utama Jakarta sering terendam banjir.
Penyebab utama Jakarta sering terendam banjir. (Antara/Asprilla Dwi Adha)

Jakarta, Beritasatu.com - Banjir di Jakarta sudah menjadi permasalahan yang umum di masyarakat dan terjadi hampir setiap tahun. Meski berbagai upaya telah dilakukan, penyebab banjir di Kota Metropolitan ini belum sepenuhnya teratasi.

Dampak dari banjir ini sangat besar bagi masyarakat, terutama dalam menghambat aktivitas sehari-hari. Selain itu, sektor perekonomian juga terkena imbasnya, termasuk gangguan terhadap operasional transportasi umum yang kerap terhenti saat banjir melanda.

Mengetahui penyebab utama banjir di Jakarta sangat penting agar langkah-langkah pencegahan dapat dilakukan secara lebih efektif. Dengan adanya 13 sungai yang melintasi wilayah Jakarta, kota ini memiliki banyak daerah rawan banjir. Hal ini menjadikan potensi banjir setiap tahunnya tetap tinggi.

Dilansir dari laman resmi pantau banjir Jakarta, berikut tiga penyebab utama mengapa Jakarta selalu mengalami banjir.

ADVERTISEMENT

Penyebab Utama Banjir Jakarta

1. Banjir akibat hujan lokal

Curah hujan yang tinggi dan berlangsung dalam waktu lama dapat memenuhi saluran air dan area cekungan di Jakarta. Jika kapasitas drainase kota tidak mampu menampung air yang berlebih, maka akan terjadi luapan yang mengakibatkan banjir.

Sistem drainase Jakarta dirancang untuk menampung curah hujan maksimal 120 mm per hari. Namun, pada beberapa kejadian ekstrem, curah hujan yang turun melebihi kapasitas tersebut.

Sebagai contoh, pada 1 Januari 2020, Jakarta mengalami curah hujan sebesar 377 mm per hari, yang merupakan angka tertinggi dalam 24 tahun terakhir. Akibatnya, sebagian besar wilayah Jakarta terdampak banjir parah.

2. Banjir kiriman dari hulu sungai

Sebagai daerah yang dilalui oleh 13 sungai, Jakarta juga berisiko mengalami banjir akibat air kiriman dari daerah hulu, seperti Jawa Barat dan Banten. Ketika hujan deras terjadi di wilayah hulu, air akan mengalir menuju Jakarta sebelum akhirnya bermuara ke laut.

Jika volume air yang datang melebihi kapasitas sungai di Jakarta, maka akan terjadi limpasan air yang mengakibatkan banjir di beberapa bantaran sungai.

3. Banjir rob akibat pasang air laut

Selain dipengaruhi oleh curah hujan dan aliran sungai dari hulu, Jakarta juga sering mengalami banjir rob akibat pasang air laut. Fenomena ini umumnya terjadi di daerah pesisir Jakarta.

Selain faktor pasang laut, penurunan permukaan tanah di wilayah Jakarta bagian utara turut memperparah kondisi banjir rob.

Dengan kombinasi ketiga penyebab tersebut, Jakarta menjadi salah satu kota yang sering menghadapi banjir, baik akibat hujan lokal, aliran sungai dari hulu, maupun naiknya permukaan air laut. Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah penanggulangan yang komprehensif agar risiko banjir di Jakarta dapat diminimalkan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Kali Ciliwung Luber, Rumah Warga di Kramat Jati Terendam Banjir

Kali Ciliwung Luber, Rumah Warga di Kramat Jati Terendam Banjir

JAKARTA
46 RT di Jakarta Timur Masih Terendam Banjir

46 RT di Jakarta Timur Masih Terendam Banjir

JAKARTA
Banjir Kampung Makasar Jaktim Belum Surut, Sejumlah Warga Mengungsi

Banjir Kampung Makasar Jaktim Belum Surut, Sejumlah Warga Mengungsi

JAKARTA
Petugas Evakuasi 6 Warga Terjebak Banjir di Cibubur

Petugas Evakuasi 6 Warga Terjebak Banjir di Cibubur

JAKARTA
Balekembang Kramat Jati Banjir 1 Meter, Pertigaan Hek Macet Total!

Balekembang Kramat Jati Banjir 1 Meter, Pertigaan Hek Macet Total!

JAKARTA
Hujan Deras, Jalur Tol Jagorawi Km 12 Arah Depok Terendam 20 Cm

Hujan Deras, Jalur Tol Jagorawi Km 12 Arah Depok Terendam 20 Cm

JAWA BARAT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT