ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Warga Permukiman Padat di Jakbar Diimbau Tak Main Petasan

Selasa, 18 Maret 2025 | 20:38 WIB
A
SL
Penulis: Antara | Editor: LES
Ilustrasi kebakaran di permukiman.
Ilustrasi kebakaran di permukiman. (Antara/Asprilla Dwi Adha)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) mengimbau warga di permukiman padat untuk tidak main petasan, terutama saat bulan Ramadan, karena berisiko menyebabkan kebakaran seperti yang terjadi di Jakarta Utara baru-baru ini.

"Sebaiknya tidak main petasan. Itu berisiko bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar," kata Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto, di Jakarta, Selasa (18/3/2025).

Sebagai gantinya, Uus mengajak masyarakat untuk lebih memanfaatkan bulan suci ini dengan meningkatkan ibadah. "Ramadan adalah kesempatan untuk memperbanyak ibadah. Bermain atau menjual petasan, sebaiknya dihindari," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Uus juga menginstruksikan jajarannya di tingkat kelurahan, kecamatan, serta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mengawasi peredaran dan warga main petasan di wilayahnya. "Saya minta Satpol PP, Pak Lurah, dan Pak Camat untuk melakukan pengawasan," tegas Uus.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Jakarta, Satriadi, menegaskan bahwa pembuatan, penjualan, serta penyimpanan petasan dilarang berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum, khususnya pada Pasal 19.

"Pasal 19 menyebutkan bahwa setiap orang atau badan dilarang membuat, menjual, dan menyimpan petasan serta sejenisnya. Selain itu, membunyikan petasan juga dilarang kecuali atas izin gubernur atau pejabat yang ditunjuk," jelas Satriadi.

Menurutnya, berbagai jenis petasan yang beredar di masyarakat, seperti petasan banting dan kembang api luncur, berbahan dasar peledak yang mudah terbakar dan berbahaya."Main petasan lebih banyak risikonya daripada manfaatnya," ujarnya.

Satriadi juga mengimbau masyarakat untuk tidak bermain petasan, karena selain membahayakan diri sendiri, juga dapat mengancam keselamatan orang lain."Main petasan dapat memicu kebakaran serta menimbulkan gesekan sosial yang berpotensi berujung pada tawuran antarkelompok," tambahnya.

Data yang dihimpun Antara menunjukkan beberapa daerah di Jakarta Barat termasuk dalam kategori permukiman padat penduduk yang sering mengalami kebakaran. Misalnya, Kecamatan Tambora yang memiliki kepadatan penduduk mencapai 49.841 jiwa per km².

Kelurahan Kali Anyar di Kecamatan Tambora bahkan memiliki kepadatan penduduk sekitar 95.191 jiwa per km², menjadikannya salah satu kelurahan terpadat di Asia Tenggara. Kelurahan Kapuk juga termasuk daerah rawan kebakaran, dengan catatan 24 kejadian kebakaran dalam kurun waktu tertentu. Sementara itu, Kelurahan Kalideres pernah mengalami hingga 20 insiden kebakaran pada periode tertentu.

Dengan adanya imbauan tak main petasan ini, Pemkot Jakarta Barat berharap masyarakat dapat lebih waspada dan menghindari aktivitas yang berisiko membahayakan lingkungan sekitar.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon