ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Insiden Ojol, MUI Jakarta Minta Masyarakat Menahan Diri

Jumat, 29 Agustus 2025 | 16:28 WIB
RA
RA
Penulis: Rizky Pradita Ananda | Editor: RP
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta KH Muhammad Faiz.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta KH Muhammad Faiz. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com- Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jakarta KH Muhammad Faiz menyampaikan rasa duka mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan bin Zulkifli yang meninggal dunia dalam insiden aksi demonstrasi di Pejompongan, Jakarta pada Kamis (28/8/2025) malam.

"Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya almarhum Affan Kurniawan. Semoga Allah Swt mengampuni segala khilaf beliau, menerima amal ibadahnya, serta memberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan," ujar Kyai Faiz dalam keterangan resminya, Jumat (29/8/2025).

Kyai Faiz juga mengingatkan aparat kepolisian agar mengedepankan pendekatan kemanusiaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban umum.

ADVERTISEMENT

"Kami berharap aparat benar-benar memperhatikan sisi kemanusiaan dalam setiap langkah pengamanan. Keamanan itu penting, tetapi jangan sampai mengorbankan nyawa,” tuturnya.


Sebagai bentuk penghormatan terakhir, MUI Jakarta mengimbau seluruh umat Islam di Indonesia untuk melaksanakan salat gaib untuk pemuda berusia 21 tahun tersebut.

"Kami mengajak jamaah masjid di Jakarta agar melaksanakan salat gaib dan mengadakan kegiatan tahlil untuk almarhum Affan Kurniawan. Semoga kegiatan keagamaan tersebut menjadi bagian dari doa dan wujud solidaritas kemanusiaan kita," tambahnya.

Kyai Faiz juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta yang telah sigap memberikan bantuan, termasuk fasilitas kesehatan, bagi para korban yang terdampak dalam peristiwa tersebut.

"Kami ucapkan terima kasih kepada Pemprov yang telah memberikan perhatian dan bantuan, khususnya fasilitas kesehatan bagi korban. Hal ini sangat berarti bagi keluarga dan masyarakat," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan kepada masyarakat agar mampu menahan diri dan tidak terprovokasi. Ia menekankan pentingnya penyelesaian masalah secara damai, sesuai konstitusi dan aturan hukum yang berlaku.

"Masyarakat hendaknya tetap menahan diri, mengedepankan jalur damai, dan mematuhi hukum. Jangan sampai kesedihan ini semakin diperburuk oleh tindakan yang merugikan kita semua," tegas Kyai Faiz.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon