Polsek Matraman Diserang: 7 Senpi Hilang, 14 Tersangka Ditangkap
Selasa, 9 September 2025 | 09:49 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Polsek Matraman, Jakarta Timur, diserang sekelompok massa tak dikenal pada Sabtu (30/8/2025) dini hari WIB. Insiden terjadi di tengah kericuhan yang meluas di sejumlah lokasi Jakarta. Dalam penyerangan itu, tujuh senjata api dinas polisi dijarah dari markas.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Alfian Nurrizal membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan, penyelidikan intensif telah berjalan, termasuk pelacakan senjata yang hilang.
“Betul, ada penjarahan senjata di Polsek Matraman. Dari tujuh senjata yang hilang, dua sudah dikembalikan warga. Masih ada lima yang belum ditemukan,” ujar Alfian, Senin (8/9/2025).
Senjata yang hilang merupakan laras panjang jenis Ruger Mini, senjata standar aparat kepolisian. Kasus ini kini ditangani Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Selain Polsek Matraman, massa juga menyerang sejumlah kantor polisi lain. Total ada lima laporan terkait penyerangan pada 30 Agustus dini hari, yaitu Mako Polres Metro Jakarta Timur, Polsek Duren Sawit, Polsek Cipayung, Polsek Ciracas, dan Polsek Jatinegara.
Polisi telah menangkap 14 tersangka yang diduga terlibat langsung dalam aksi tersebut. Mereka memiliki peran berbeda, mulai dari perusakan, melempar batu, menyerang aparat, hingga ikut menjarah.
Perincian daftar tersangka:
1. Mako Polres Metro Jaktim: ISI (42), SES (31), FA (15), DA (15)
2. Polsek Duren Sawit: MHF (21), MAR (17), ASA (17)
3. Polsek Cipayung: NR (29), YO (21), DDK (25)-NR dan YO juga terlibat di Ciracas
4. Polsek Jatinegara: AR (23), RR (27), SEP (22), STP (24)
Kapolres Alfian menegaskan, pihaknya akan menindak tegas seluruh pelaku penyerangan maupun penjarahan senjata. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi isu liar. “Kami berharap masyarakat tetap tenang, tidak terprovokasi, serta menjaga persatuan dan keamanan bersama,” katanya.
Insiden ini menjadi sorotan karena jarang terjadi dalam skala besar di Jakarta. Penjarahan senjata api juga menimbulkan kekhawatiran akan potensi penyalahgunaan.
Polda Metro Jaya kini fokus memburu lima senjata yang belum ditemukan serta mendalami motif aksi massa tersebut. Pemerhati keamanan menilai, kasus ini menjadi peringatan penting bagi kepolisian untuk memperkuat pengamanan markas dan inventaris senjata.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
BNN Minta Kemenkomdigi Blokir Situs Terindikasi Kejahatan Narkotika




