Polda Metro Jaya Telusuri Sosok Pemberi Info Rekening Dormant
Selasa, 16 September 2025 | 16:49 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Polda Metro Jaya mengungkap fakta baru di balik kasus penculikan dan pembunuhan kepala cabang (Kacab) salah satu bank BUMN di Jakarta, Ilham Pradipta (37). Kejahatan keji itu ternyata bermula dari rencana para pelaku untuk membobol rekening dormant atau rekening tidak aktif milik nasabah.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Wira Satya Triputra, menyebut tersangka utama berinisial C alias Ken memperoleh informasi soal rekening dormant dari seseorang berinisial S.
“Terkait dengan rekening dormant, ini hasil pemeriksaan Saudara C alias K yang mendapat informasi dari temannya berinisial S,” ujar Wira dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (16/9/2025).
C alias Ken kemudian menyusun rencana matang dengan menyiapkan tim IT hingga rekening penampungan untuk menyalurkan dana hasil pembobolan. Untuk melancarkan aksinya, ia membutuhkan keterlibatan otoritas resmi dari kepala cabang bank, yang membuat Ilham Pradipta menjadi target.
Meski sudah menyebut inisial S, Wira menegaskan penyidik masih kesulitan mengungkap identitas sebenarnya. “Ini masih kita dalami karena identitasnya belum jelas. Saudara C alias K belum terbuka soal sosok S,” jelasnya.
Selain itu, jumlah dana dalam rekening dormant yang menjadi sasaran juga belum diungkap. “Berapa jumlahnya sampai sekarang masih belum kita ketahui, karena saudara C alias K ini masih tertutup,” tambah Wira.
Kasus ini memunculkan spekulasi adanya keterlibatan pegawai bank dalam memberikan informasi kepada pelaku. Namun, polisi memastikan hingga kini belum ada bukti pihak internal bank yang terlibat. “Sampai sejauh ini, belum ada keterlibatan karyawan bank,” tegas Wira.
Ilham Pradipta diculik saat berada di parkiran sebuah supermarket di Pasar Rebo, Jakarta Timur, Rabu (20/8/2025). Sehari kemudian, jasadnya ditemukan di semak-semak kawasan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, dalam kondisi mengenaskan dengan wajah, tangan, dan kaki terikat lakban hitam.
Penyelidikan intensif membuahkan hasil dengan ditangkapnya 15 tersangka yang terlibat langsung. Dua tersangka lain kini diproses oleh Polisi Militer Kodam Jaya (Pomdam Jaya).
Kasus ini menyita perhatian publik karena menggabungkan modus baru kejahatan perbankan dengan kekerasan ekstrem. Polisi menegaskan penyidikan akan terus dikembangkan, khususnya untuk menelusuri peran sosok S yang masih misterius.
“Penyidikan akan dilakukan hingga tuntas. Kami akan telusuri semua pihak yang diduga terlibat,” pungkas Wira.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




