Kereta PSO Andalan Nataru, Daop 1 Jakarta Angkut 119.000 Penumpang
Jumat, 9 Januari 2026 | 15:31 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Layanan kereta api bersubsidi atau public service obligation (PSO) kembali menegaskan perannya sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat selama Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta mencatat, sebanyak 119.101 penumpang menggunakan layanan kereta api PSO sepanjang periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026.
Dari total tersebut, sebanyak 81.877 penumpang menggunakan kereta api jarak jauh PSO, sedangkan 37.224 penumpang lainnya memanfaatkan layanan kereta api PSO lokal. Tingginya angka ini menunjukkan besarnya ketergantungan masyarakat terhadap transportasi publik yang terjangkau di tengah lonjakan perjalanan libur akhir tahun.
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menegaskan layanan PSO merupakan wujud kehadiran negara dalam menyediakan akses transportasi yang aman, nyaman, dan inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Kereta api PSO hadir sebagai solusi mobilitas dengan tarif ekonomis, tetapi tetap mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan kepastian layanan,” ujar Franoto, Jumat (9/1/2026).
Untuk layanan jarak jauh PSO, Daop 1 Jakarta melayani sejumlah relasi strategis, antara lain KA Bengawan relasi Pasarsenen-Purwosari dengan tarif mulai Rp 74.000, KA Airlangga relasi Pasarsenen-Surabaya Pasarturi dengan tarif mulai Rp 104.000, serta KA Serayu relasi Pasarsenen-Purwokerto dengan tarif mulai Rp 67.000.
Selain itu, KA Cikuray relasi Pasarsenen-Garut dengan tarif mulai Rp 45.000 menjadi salah satu pilihan favorit penumpang menuju wilayah Priangan Timur. Sementara untuk layanan lokal, KA Siliwangi relasi Sukabumi-Cipatat melayani penumpang dengan tarif sangat terjangkau, mulai Rp 5.000.
Franoto menyebut, skema tarif bersubsidi tersebut memungkinkan masyarakat melakukan perjalanan jarak menengah hingga jauh tanpa terbebani biaya tinggi, khususnya selama libur panjang.
Selama masa angkutan Nataru, tingkat okupansi kereta api PSO bahkan tercatat melampaui 100%. Kondisi ini dipengaruhi pola naik-turun penumpang di stasiun antara, serta keberadaan penumpang balita di bawah usia 3 tahun yang tidak menempati tempat duduk sendiri.
Meski melayani lonjakan penumpang, KAI memastikan standar pelayanan tetap terjaga. Seluruh rangkaian kereta PSO dilengkapi fasilitas dasar seperti AC, toilet, pencahayaan memadai, serta layanan kebersihan selama perjalanan. Aspek keselamatan juga menjadi prioritas melalui pemeriksaan sarana secara rutin dan pengawalan operasional sesuai standar perkeretaapian.
Dari sisi kinerja operasional, KAI Daop 1 Jakarta mencatat ketepatan waktu keberangkatan (on time performance/OTP) mencapai 99,7% dan ketepatan waktu kedatangan sebesar 96% selama masa Nataru.
Capaian tersebut menunjukkan peningkatan volume penumpang tidak mengganggu kelancaran perjalanan, sekaligus menegaskan kesiapan KAI dalam menghadapi periode mobilitas tinggi.
Franoto menekankan layanan PSO tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga berperan penting dalam menggerakkan sektor pariwisata, transportasi lanjutan, serta aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar stasiun.
“Kereta api PSO bukan sekadar layanan transportasi, melainkan bagian dari upaya negara menjaga konektivitas, pemerataan akses, dan pergerakan ekonomi,” tegasnya.
Ke depan, KAI akan terus memperkuat koordinasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan agar layanan PSO tetap optimal dan manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan. Dengan tingginya animo masyarakat selama Nataru, layanan PSO dinilai tetap relevan sebagai solusi transportasi publik yang adil, terjangkau, dan andal.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




