Begini Langkah Kementan Stabilkan Harga Ayam dan Telur
Kamis, 12 Februari 2026 | 15:14 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah akan menjaga stabilitas harga ayam dan telur secara nasional agar tidak terus berfluktuasi.
Amran Sulaiman menjelaskan, pengembangan peternakan ayam terintegrasi melalui Danantara dilakukan agar negara dapat mengendalikan sektor hulu, seperti pakan, vaksin, dan day old chick (DOC).
Selama ini, sektor hulu tersebut kerap menjadi sumber gejolak harga ayam dan telur di pasaran Menurutnya, tanpa intervensi di sektor hulu, harga di tingkat hilir akan terus berfluktuasi dan memicu ketegangan antara peternak dan konsumen.
“Kita ingin harga stabil. Harga DOC, harga telur, harga ayam stabil. Cara menstabilkannya, pemerintah harus bergerak dari hulu, yaitu pakan, vaksin, dan DOC. Tanpa itu tidak mungkin. Sampai kapan pun kita akan terus ribut antara konsumen dan produsen,” ujar Amran Sulaiman kepada wartawan di Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Ia mencontohkan, lonjakan harga DOC yang pernah mencapai 30 persen langsung berdampak pada kenaikan harga ayam dan telur di tingkat konsumen.
Karena itu, pemerintah dinilai harus hadir secara tegas untuk menjaga keseimbangan harga.
Amran Sulaiman juga menegaskan, keberadaan BUMN Pangan, termasuk Danantara, bukan untuk mengambil alih bisnis peternak rakyat.
Peran BUMN lebih difokuskan sebagai stabilisator di sektor hulu guna menjamin pasokan dan harga input produksi tetap wajar.
“Awalnya banyak salah paham. Dikira ini seperti perusahaan swasta yang bergerak dari hulu ke hilir. Bukan. Pemerintah hadir di hulu sebagai stabilisator. Jadi BUMN bergerak di pakan dan DOC untuk menjamin suplai ke peternak kecil. Peternak kecil tetap ikut,” terangnya.
Ia menambahkan, keterlibatan BUMN dalam satu garis komando pemerintah memastikan kebijakan stabilisasi dapat dijalankan secara konsisten dan tegas, terutama jika terjadi praktik yang merugikan peternak maupun konsumen.
“Kenapa BUMN kita libatkan? Kalau BUMN macam-macam, kita copot. Sederhana. Ini pemerintah, tidak mungkin direksinya macam-macam. Garis komando jelas. Kalau menaikkan harga atau menyusahkan peternak, ya ditindak,” tegasnya.
Sebagaimana diketahui, Danantara telah melakukan groundbreaking proyek pengembangan ayam terintegrasi fase I di enam titik pada Jumat (6/2/2026).
Program ini diinisiasi Mentan Amran sebagai langkah antisipatif untuk memastikan ketersediaan pasokan daging ayam dan telur yang aman, berkelanjutan, merata, serta berpihak pada peternak rakyat.
Langkah tersebut juga dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan nasional, khususnya dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




