Rano Karno: Museum Bahari Penguat Identitas Sejarah Maritim Jakarta
Minggu, 15 Februari 2026 | 04:47 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno mengatakan Museum Bahari akan menjadi bagian penting dari pengembangan kawasan Kota Tua yang sejalan dengan kerja sama antara Jakarta dan Rotterdam.
“Saat Kota Tua Jakarta dibangun dan ditata kembali, saya tidak ingin Museum Bahari berdiri sendiri. Museum ini harus menjadi bagian utuh dari penguatan identitas sejarah dan maritim Jakarta,” kata dia saat meresmikan Sustainable Development Goals (SDGs) Corner di Museum Bahari, Jakarta, Sabtu (14/2/2026).
Rano menegaskan Museum Bahari menjadi pengingat bahwa Jakarta tumbuh sebagai kota pesisir dan kota maritim. Laut, pelabuhan, serta masyarakat pesisir telah menjadi bagian penting dari jati diri Jakarta hingga saat ini.
Baca Juga: Demi Pameran, Rano Karno Minta Jalur Bebas Kendaraan di Museum Bahari
Namun, sebagai kota pesisir, Jakarta juga dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim, kenaikan muka air laut, banjir rob, hingga ketahanan sosial masyarakat pesisir, termasuk perlindungan anak dan kelompok rentan.
“Tantangan tersebut menuntut arah pembangunan Jakarta yang berpihak pada prinsip keberlanjutan dan keadilan, sebagaimana semangat SDGs,” kata dia dikutip dari Antara.
Sustainable Development Goals (SDGs) Corner di Museum Bahari merupakan fasilitas yang dihadirkan sebagai ruang edukatif dan inklusif yang menyajikan tantangan tujuan pembangunan berkelanjutan sekaligus kisah kehidupan laut Indonesia.
Baca Juga: Kota Tua Ditutup Sementara, Dishub Jakarta Siapkan Rekayasa Lalin
Dengan demikian, Museum Bahari tidak hanya berfungsi sebagai ruang penyimpanan sejarah maritim, tetapi juga sebagai pusat pembelajaran mengenai arah pembangunan masa depan yang berkelanjutan.
SDGs Corner merupakan hasil sinergi Museum Bahari Jakarta dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atau United Nations (UN) dalam menghadirkan ruang belajar kolaboratif yang mengajak publik memahami masa depan Indonesia melalui perspektif kemaritiman dan kehidupan pesisir.
Seiring upaya mendefinisikan kembali peran Jakarta sebagai kota global, Rano menilai komitmen terhadap SDGs dinilai semakin relevan.
SDGs tidak hanya dimaknai sebagai 17 tujuan global, tetapi juga menjadi kerangka bersama untuk memastikan pembangunan yang inklusif serta memberi ruang setara bagi seluruh warga.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai kebijakan Pemprov DKI Jakarta, antara lain program pangan bersubsidi, kartu layanan gratis bagi penyandang disabilitas, penguatan aksi iklim, serta perluasan ruang terbuka hijau (RTH).
Khusus di wilayah pesisir, Pemprov Jakarta juga melakukan rehabilitasi mangrove dan terumbu karang, pembangunan tanggul pantai dan rumah susun pesisir, serta penguatan program kampung iklim pesisir sebagai respons nyata terhadap dampak perubahan iklim.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




