Demo Mahasiswa di Mabes Polri, Gas Air Mata Harus Izin Kapolda
Jumat, 27 Februari 2026 | 14:32 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri menegaskan penggunaan gas air mata dalam pengamanan aksi demonstrasi mahasiswa di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (27/2/2026), hanya dapat dilakukan atas perintah langsung dirinya.
Penegasan itu disampaikan Asep Edi saat memimpin apel pengamanan di Lapangan Bhayangkara, Jakarta.
"Penggunaan gas air mata hanya boleh atas perintah saya," kata Asep Edi.
Ia menekankan tidak ada pejabat lain yang berwenang memerintahkan penggunaan gas air mata dalam pengendalian massa. Menurutnya, keputusan tersebut akan diambil setelah memantau situasi secara langsung di lapangan.
"Saya pantau situasi dan saya akan perintahkan," ungkap Asep Edi.
Selain membatasi penggunaan gas air mata, kapolda Metro Jaya juga melarang penggunaan senjata api dalam pengamanan demonstrasi mahasiswa di Mabes Polri. Ia menginstruksikan seluruh perwira pengendali dan personel di lapangan untuk mengedepankan pendekatan persuasif serta humanis.
Asep Edi meminta setiap perkembangan situasi segera dilaporkan secara berjenjang agar pengambilan keputusan dapat dilakukan secara cepat dan terukur.
Ia juga mengingatkan seluruh jajaran untuk tetap menjaga profesionalisme serta mengutamakan perlindungan terhadap masyarakat dan personel yang bertugas.
"Kita buktikan bahwa Polri mampu mengelola aksi unjuk rasa dengan sebaik-baiknya. Tegas namun beradab, kuat namun terukur, cepat namun tidak gegabah," pungkasnya.
Aksi demonstrasi mahasiswa di Mabes Polri menjadi perhatian publik, terutama terkait pola pengamanan aparat kepolisian. Polda Metro Jaya memastikan pengamanan dilakukan sesuai prosedur tetap (protap) serta menjunjung tinggi prinsip hak menyampaikan pendapat di muka umum.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




