Banjir Rendam 9 RW di Ciracas, Puluhan Warga Dievakuasi
Minggu, 22 Maret 2026 | 09:11 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Banjir merendam sembilan rukun warga (RW) di Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, akibat meluapnya Kali Cipinang sejak Sabtu (21/3/2026) sore.
Camat Ciracas, Panangaran Ritonga, menjelaskan banjir dipicu oleh hujan dengan intensitas cukup tinggi yang terjadi sejak pukul 17.00 hingga 19.00 WIB.
“Hujan deras di wilayah hulu, terutama kawasan Cimanggis, Depok, menyebabkan debit air meningkat dan meluapkan Kali Cipinang,” ujarnya saat dikonfirmasi dikutip dari Antara, Minggu (22/3/2026).
Ia menyebutkan, dari lima kelurahan di wilayah Ciracas, empat di antaranya terdampak karena dilintasi aliran Kali Cipinang, yakni Kelurahan Cibubur, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, dan Rambutan.
Genangan air tersebar di sembilan RW yang berada di bantaran kali. Di Kelurahan Cibubur, banjir terjadi di RW 05 dan RW 06. Sementara di Kelapa Dua Wetan, genangan melanda RW 02, RW 09, dan RW 11.
Selanjutnya, di Kelurahan Ciracas, banjir dilaporkan terjadi di RW 04 dan RW 05. Adapun di Kelurahan Rambutan, genangan merendam RW 01 dan RW 03.
Panangaran menjelaskan, air mulai meluap sekitar pukul 18.30 WIB. Biasanya genangan surut dalam waktu dua jam, namun kali ini bertahan lebih lama. “Biasanya dua jam sudah surut, tetapi hingga pukul 22.00 WIB air masih belum surut,” katanya.
Ia menduga lamanya genangan disebabkan tingginya volume air kiriman dari wilayah hulu serta keterbatasan kapasitas Kali Cipinang.
Pemerintah kecamatan bersama instansi terkait terus memantau kondisi di lapangan, khususnya di wilayah bantaran kali yang rawan terdampak.
Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih berpeluang tinggi dalam beberapa waktu ke depan.
Di sisi lain, petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur melakukan evakuasi terhadap warga terdampak, khususnya kelompok rentan.
Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, Muchtar Zakaria, menyatakan prioritas utama adalah menyelamatkan warga yang berisiko tinggi, seperti balita, lansia, ibu hamil, dan warga sakit.
“Fokus kami adalah evakuasi kelompok rentan agar segera berada di tempat yang lebih aman,” ujarnya.
Di salah satu titik terdampak, yakni di Jalan H. Mardah RT 06/RW 03, Kelurahan Cibubur, ketinggian air mencapai sekitar 1,7 meter.
Sebanyak 47 warga berhasil dievakuasi, terdiri atas enam balita, enam lansia, satu ibu hamil, serta dua warga dalam kondisi sakit.
Selain itu, enam warga lainnya juga dievakuasi dari lokasi berbeda di Jalan H. Syarif RT 08/RW 10, dengan ketinggian air sekitar 105 sentimeter.
Untuk mendukung operasi, petugas mengerahkan satu unit light rescue beserta empat personel guna mempercepat proses penyelamatan.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat segera melaporkan jika terjadi peningkatan debit air atau kondisi darurat agar dapat segera ditangani.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan terhadap potensi banjir di wilayah Jakarta, terutama di daerah yang berada di bantaran sungai.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




