BI: KIS Jadi Kunci Hadapi Tantangan Ekonomi Global, Apa Itu?
Jumat, 27 Januari 2023 | 10:22 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini kinerja ekonomi Indonesia yang baik saat ini akan terus berlanjut di tengah masih terdapatnya potensi ketidakpastian perekonomian global. Dalam menghadapi ketidakpastian tersebut, Perry menegaskan pentingnya strategi KIS, yaitu konsistensi, inovasi, dan sinergi, dalam menyusun berbagai kebijakan.
Beberapa hal yang menjadi potensi ketidakpastian perekonomian global antara lain perlambatan ekonomi global, masih tingginya laju inflasi, suku bunga kebijakan yang tinggi untuk waktu yang lama, nilai tukar dolar AS yang tetap kuat, serta fenomena cash is the king.
"Implementasi KIS oleh Bank Indonesia bersama dengan pemerintah dan stakeholder strategis lainnya selama tahun 2022 terbukti efektif dalam menjaga resiliensi perekonomian dan stabilitas keuangan Indonesia. Ke depan, hal tersebut diyakini akan berlanjut," kata Perry Warjiyo dalam Forum Investasi Tahunan Bank Indonesia 2023 yang disiarkan secara daring, Kamis (26/1/2023).
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2023 diperkirakan mencapai 4,5% - 5,3%. Laju inflasi diproyeksikan terjaga di kisaran 3%±1% pada tahun 2023. Seiring konsistensi penguatan fundamental ekonomi tersebut, nilai tukar rupiah diyakini akan terus mengalami apresiasi.
Perry menambahkan, Bank Indonesia akan terus melakukan berbagai inovasi yang terangkum dalam lima kebijakan utama, yaitu kebijakan moneter yang pro-stability dan kebijakan makroprudensial, kebijakan sistem pembayaran, kebijakan pendalaman pasar keuangan, serta kebijakan UMKM dan perekonomian syariah yang pro-growth. Berbagai kebijakan tersebut didukung oleh sinergi melalui koordinasi erat dengan Pemerintah dan stakeholder strategis lainnya.
Sementara itu terkait dengan pengelolaan cadangan devisa yang merupakan salah satu elemen dalam mendukung kebijakan moneter, Perry menekankan pentingnya pemahaman terhadap fundamental ekonomi, siklus bisnis dan keuangan, serta tantangan ekonomi ke depan.
"Untuk itu, penguatan pengelolaan cadangan devisa yang telah diimplementasikan sejak tahun lalu akan terus dilakukan, antara lain melalui strategi alokasi aset yang mempertimbangkan profil kewajiban eksternal baik yang bersifat siklikal maupun struktural, serta mitigasi downside risks sehingga kecukupan cadangan devisa dapat terus terjaga," kata Perry.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




