Transaksi Pelanggan GOTO Naik di 2022, Dorong Profitabilitas
Senin, 20 Maret 2023 | 18:39 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) terus mencatatkan pertumbuhan transaksi positif selama tahun lalu.
Hal ini menandakan bahwa GOTO masih terus bisa tumbuh secara berkelanjutan walaupun mengurangi pemberian promo dan insentif kepada konsumen.
Selama kuartal keempat 2022, GOTO mencatat rata-rata transaksi konsumen tumbuh 24% dibandingkan tahun sebelumnya (year-on-year/yoy) yang mencapai Rp9,6 juta per konsumen pertahun. Hal ini disampaikan perusahaan di dalam rilis kinerja indikatif GOTO tahun 2022 pada Senin (20/3/2023).
Dalam rilis tersebut, perusahaan menyatakan bahwa jumlah pelanggan setia alias konsumen loyal layanan on-demand services dan e-commerce tumbuh sebesar 19% yoy. Jumlah tersebut mencapai lebih dari 60% dari total gross transaction value (GTV) perusahaan.
Hal tersebut juga turut mendorong peningkatan margin kontribusi per pelanggan di Q4-2022 sebesar lebih dari 50% yoy meskipun terjadi pengurangan insentif. Di sisi lain, GOTO juga mencatat peningkatan take rate sebesar 234 basis poin (bps) dan 32 bps secara tahunan, masing-masing untuk on-demand services dan e-commerce.
Peningkatan transaksi di tengah pengurangan insentif ini pun berdampak positif bagi kinerja keuangan GOTO. Pendapatan bruto pada Q4-2022 berhasil tumbuh 19% yoy menjadi Rp 6,3 triliun. EBITDA (laba sebelum bunga, pajak, depresiasi dan amortisasi) yang disesuaikan pun naik 52% yoy menjadi minus Rp 3,1 triliun pada kuartal keempat tahun lalu.
Direktur Utama GOTO Andre Soelistyo mengatakan, peningkatan kinerja perusahaan di kuartal keempat menegaskan kemajuan pesat dalam percepatan langkah menuju profitabilitas.
"Dengan mempertajam fokus untuk mendorong monetisasi bagi pelanggan setia, pertumbuhan pendapatan tetap tercapai di tengah implementasi strategi pengurangan insentif serta pemasaran produk," ujarnya di dalam rilis.
Selain fokus untuk meningkatkan transaksi dari pelanggan setia, Andre mengatakan bahwa GOTO juga terus berdisiplin dalam mengelola beban dan pendekatan layanan yang terukur. Hal ini bertujuan untuk mendorong percepatan profitabilitas perusahaan, di mana GOTO menargetkan mencapai EBITDA yang disesuaikan positif pada kuartal keempat 2023.
Strategi Optimisasi Beban
Di sisi lain, GOTO juga terus mengimplementasikan strategi optimisasi beban di seluruh kegiatan bisnis sepanjang Q4-2022. Pertumbuhan monetisasi, seiring dengan insentif dan promosi, mendorong perbaikan margin kontribusi perusahaan di Q4-2022 meningkat sebesar 254 bps yoy mencapai minus 0,4% dari keseluruhan nilai transaksi bruto (gross transaction value/GTV).
GOTO juga mencatat pertumbuhan GTV sebesar 18% yoy yang mencapai Rp 162 triliun. Unit bisnis on-demand services pun berhasil mencatatkan margin kontribusi positif di Q4-2022, satu kuartal lebih cepat dari pedoman kinerja perusahaan.
Direktur keuangan GOTO Jacky Lo mengatakan, perusahaan terus mencatatkan pertumbuhan konsisten di tengah ketidakpastian makro ekonomi seiring dengan pengelolaan beban secara menyeluruh.
"Tujuan kami adalah mendorong penghematan beban usaha yang telah mendukung tercapainya perbaikan indikator profitabilitas lebih cepat dari perkiraan," ujarnya.
Jacky melanjutkan bahwa GOTO memandang positif capaian kinerja hingga saat ini. Dengan posisi kas yang solid, perusahaan diyakini dapat mencapai arus kas operasional positif seiring dengan percepatan langkah menuju target profitabilitas di tahun ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




