Buruknya Infrastruktur Sumbang Angka Kemiskinan
Selasa, 26 Maret 2013 | 20:17 WIB
Jakarta - Buruknya sarana infrastruktur turut menyumbang tingkat kemiskinan di Indonesia. Untuk itu, pemerintah segera menekan biaya logistik dengan membangun jalan, jembatan dan moda transportasi lain.
"Karena tidak ada infrastruktur, mereka kesulitan mengangkut barang dari satu daerah ke daerah lain,
"kata pakar transportasi Universitas Hasanuddin, Yamin Jinca dalam media gathering bertajuk Kondisi Logistik Industri Nasional di Hotel Mulia, Jakarta, Selasa (26/3).
Yamin menjelaskan, harga semen di Kalimantan, Papua dan Maluku, bisa mencapai Rp 1,5 juta per sak. Tingginya harga semen karena harus diangkut menggunakan pesawat, akibat ketiadaan infrastruktur. "Salah satu cara mengurangi kemiskinan adalah dengan membangun infrastruktur yang memadai," ujarnya.
Ia berpendapat, buruknya infrastruktur juga berdampak pada ketertinggalan Indonesia dalam persaingan dengan produk luar negeri. Biaya transportasi seringkali lebih besar dari pada biaya produksi. "Dampaknya, harga produk kita lebih mahal dibanding produk luar," kata dia.
Sebagai perbandingan, dalam publikasi yang dirilis Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, disebutkan biaya logistik antara Cikarang ke Tanjung Priok (jarak 55,4 kilometer) menghabiskan biaya US$ 750 atau sekitar Rp 7,3 juta. Padahal, biaya logistik di Malaysia, contohnya dari Pasir Gudang ke Tanjung Pelepas (jarak 56,4 kilometer) hanya sebesar US$ 450 atau sekitar Rp 4,4 juta.
Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Masita mengatakan, pihaknya kerap kesulitan mencari bahan bakar minyak (BBM). "Solar subsidi habis, solar nonsubsidi tidak dijual. Ada beberapa truk yang tertahan di Jawa Tengah dan tidak bisa balik ke Jakarta/Surabaya karena solarnya habis," tuturnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




