PHE dan Posco Kelola WK Migas Bunga, Investasi Awal US$ 4 Juta
Kamis, 27 Juli 2023 | 07:15 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Konsorsium PT Pertamina Hulu Energi (PHE) North East Java bersama PT Posco International ENP Indonesia (Posco ENP) melakukan penandatanganan kontrak kerja sama (KKS) untuk mengelola Wilayah Kerja (WK) Bunga di lepas pantai Jawa Timur selama 30 tahun ke depan. Investasi awal 3 tahun pertama masa eksplorasi sebesar US$ 4 juta.
WK migas yang menggunakan kontrak bagi hasil cost recovery tersebut ditandatangani Direktur Posco ENP, Jeon-Hyeok Lee dan Direktur PT Pertamina Hulu Energi North East Java, Endro Hartanto serta Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto. Penandatanganan disaksikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Wiko Migantoro dan Direktur Utama Posco International Corporation (Posco), Tak-Jeong di Jakarta, Selasa (25/7/2023).
"Pengelolaan WK Bunga wujud PHE meningkatkan kapabilitas dalam pengelolaan aset laut dalam. Selain itu, PHE siap bermitra lebih luas dengan Posco karena pengelolaan WK Bunga merupakan first entry bagi Posco pada usaha hulu migas di Indonesia," kata Wiko di Jakarta, Rabu (26/7/2023).
Pemerintah telah menetapkan PT Pertamina Hulu Energi North East Java dan Posco ENP sebagai pengelola WK Bunga dengan participating interest masing-masing sebesar 50%. Adapun Posco ENP sebagai operator.
WK Bunga berlokasi di laut dalam lepas pantai Jawa Timur dengan area seluas 8.500 km2 dan total investasi 3 tahun pertama masa eksplorasi sebesar US$ 4 juta.
Kemitraan Posco dan PHE diawali dengan pelaksanaan studi bersama (joint study) WK Bunga pada tahun 2021-2022 dengan penemuan beberapa prospek dengan ekspektasi potensi eksplorasi tinggi sebelum wilayah tersebut diikutsertakan dalam lelang penawaran langsung tahap II tahun 2022. Konsorsium Posco dan PHE ditetapkan sebagai pemenang lelang penawaran langsung WK Bunga oleh pemerintah pada 21 Februari 2023.
Dengan penandatanganan KKS WK Bunga ini, konsorsium akan melaksanakan studi G&G secara full scale untuk mengevaluasi potensi eksplorasi sebelum dilakukan pengeboran eksplorasi pertama.
Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto merespons penandatanganan WK Bunga dengan penuh optimistis. Masuknya investasi baru di sektor hulu migas merupakan langkah positif. "Investasi ini akan memiliki efek signifikan dalam percepatan produksi migas, sehingga membantu pencapaian target yang telah ditetapkan pemerintah," kata dia.
BACA JUGA
Pertamina, Repsol, dan Sonatrach Perpanjang Kerja Sama Migas di Aljazair Senilai US$ 800 Juta
"Setelah WK Bunga ditandatangani, SKK Migas akan segera berkoordinasi dengan Kontraktor KKS untuk membahas program-program kerja yang akan dilaksanakan. Salah satu fokus utamanya adalah terkait dengan Komitmen Pasti. SKK Migas berkomitmen untuk mendukung dan mendorong agar program-program tersebut dapat segera dijalankan," terang Dwi.
Menteri ESDM, Arifin Tasrif, dalam pembukaan IPA mengungkapkan bahwa di era transisi energi, minyak dan gas tetap memegang peranan penting untuk menyediakan energi yang terjangkau. "Saat ini industri hulu migas menghadapi tantangan untuk tetap berkontribusi dalam mendukung pengurangan gas emisi. Indonesia masih mempunyai banyak potensi pengembangan energi untuk mendukung kedaulatan energi nasional," ungkap Arifin.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




