Usai Merger Waskita, Hutama Karya Go Public? Ini Kata Wamen BUMN
Jumat, 11 Agustus 2023 | 08:23 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Rencana Kementerian BUMN menggabungkan (merger) PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) dengan PT Hutama Karya (Persero) (HK) sebagai aksi penyelamatan Waskita memunculkan spekulasi arah korporasi Hutama Karya ke depan. Mungkinkah, Hutama Karya akhirnya didorong menjadi perusahaan publik?
Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo menegaskan, Kementerian BUMN tidak berencana membawa Hutama Karya menjadi perusahaan publik. "Gak, HK tidak ada rencana IPO," jawab pria yang dekat disapa Tiko ini kepada Investor Daily, belum lama ini.
Aksi merger Waskita-Hutama Karya yang didengungkan Kementerian BUMN belakangan ini merupakan exit plan untuk mengatasi sengkarut yang menimpa emiten konstruksi pelat merah, Waskita. Menurut Tiko, pengalihan penyertaan modal negara (PMN) Waskita kepada Hutama untuk memastikan perseroan beres terlebih dahulu.
Direktur Utama PT Waskita Karya Mursyid mengungkapkan, penundaan pencairan PMN 2022 sebesar Rp 3 triliun lantaran perseroan sedang dalam proses review master restructuring agreement (MRA) untuk merestrukturisasi struktur keuangan perseroan secara komprehensif.
"Saat ini, Waskita sedang berdiskusi intensif dengan kreditur baik perbankan maupun pemegang obligasi dalam proses review secara komprehensif terhadap skenario modifikasi MRA sehingga pemberian dana PMN tahun ini belum bisa dilakukan," ujar Mursyid dalam keterangan resminya dikutip Kamis (10/8/2023).
Dengan begitu, PMN 2022 sebesar Rp 3 triliun tersebut belum masuk ke kas perseroan. Mursyid meyakini, pemerintah akan tetap membantu Waskita mempercepat penyelesaian proyek strategis nasional (PSN) terutama ruas tol Bogor-Ciawi-Sukabumi dan Kayu Agung-Kapal Betung melalui PMN yang kini masih dalam kajian. "Waskita juga akan mencari formula paling pas untuk kondisi Waskita saat ini," tandas Mursyid.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian Waskita yang berakhir 30 Juni 2023, emiten dengan kode saham WSKT tersebut memiliki total aset sebesar Rp 96 triliun yang terdiri dari aset lancar sebesar Rp 24 triliun dan aset tidak lancar sebesar Rp 72 triliun.
Sementara total libilitasnya menggunung mencapai Rp 84 triliun dari total ekuitas yang dibukukan sebesar Rp 12 triliun. Dengan demikian, total liabilitas dan ekuitas Waskita sampai semester I-2023 sebesar Rp 96 triliun, alias turun daripada periode serupa tahun sebelumnya sebesar Rp 98 triliun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




