ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ancaman Krisis Pangan: 207 Juta Ton Gandum Tertahan di Ukraina dan Rusia

Jumat, 15 September 2023 | 11:18 WIB
PL
H
Penulis: Pudja Lestari | Editor: HE
Seorang petani Rusia memindahkan panenan gandum. 
Seorang petani Rusia memindahkan panenan gandum.  (AFP/Dokumentasi)

Bogor, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan, sebanyak 207 juta ton gandum yang seharusnya diekspor ke negara-negara lain saat ini tertahan di Rusia dan Ukraina akibat tegangan geopolitik antara kedua negara tersebut. Karenanya, Jokowi mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap konsekuensi dari potensi krisis pangan yang semakin nyata.

Pernyataan ini disampaikan Jokowi dalam orasi sidang terbuka pada peringatan dies natalis ke-60 Institut Pertanian Bogor (IPB), Jumat (15/9/2023).

Jokowi mengungkapkan informasi ini berdasarkan hasil diskusinya dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, yang berlangsung selama dua setengah jam. Menurut Zelensky, sebanyak 77 juta ton gandum tidak dapat diekspor karena adanya pemblokiran pelabuhan Odessa oleh Rusia.

ADVERTISEMENT

"Selama diskusi berlangsung selama dua setengah jam dengan Zelensky, beliau menyampaikan bahwa di Ukraina terdapat 77 juta ton gandum yang tidak bisa diekspor seperti biasanya, yang seharusnya akan dikirim ke Afrika dan Asia," ungkap Jokowi.

Menurut Jokowi, Presiden Rusia, Vladimir Putin juga memberikan informasi serupa dalam diskusi mereka. Putin menyebutkan bahwa ada 130 juta ton gandum yang tidak dapat diekspor ke negara-negara penerima.

"Artinya ada total 207 juta ton gandum berhenti di Ukraina dan di Russia. Terus kalau berhenti, yang biasanya diekspor makan apa? Itu lah konteks geopolitik yang berhubungan dengan krisis pangan," ujar Jokowi.

Dalam pidatonya, Jokowi mengajak para mahasiswa IPB untuk terus menciptakan inovasi yang dapat mengatasi berbagai tantangan global, khususnya dalam menemukan solusi untuk menghadapi krisis pangan. Jokowi berharap tantangan krisis pangan yang dihadapi saat ini dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk menjadi negara penyedia pangan yang utama.

"Meskipun kita menghadapi kesulitan dan krisis, kita harus melihatnya sebagai peluang, sebagai momentum. Dengan demikian, kita dapat meningkatkan kesejahteraan petani kita dan memberdayakan nelayan kita," ujar Jokowi.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Dampak Super El Nino 2026, Akankah Picu Krisis Pangan?

Dampak Super El Nino 2026, Akankah Picu Krisis Pangan?

INTERNASIONAL
Airlangga: Ekonomi RI Tetap Kuat di Tengah Konflik Global

Airlangga: Ekonomi RI Tetap Kuat di Tengah Konflik Global

EKONOMI
Gejolak Geopolitik, Prabowo Wanti-wanti Krisis Pangan, Energi, dan Air

Gejolak Geopolitik, Prabowo Wanti-wanti Krisis Pangan, Energi, dan Air

NASIONAL
Prabowo Tegaskan Komitmen RI Atasi Krisis Pangan, Iklim, dan Energi

Prabowo Tegaskan Komitmen RI Atasi Krisis Pangan, Iklim, dan Energi

INTERNASIONAL
Kelaparan Meluas, UNRWA: Warga Gaza Jadi Seperti Zombi Berjalan

Kelaparan Meluas, UNRWA: Warga Gaza Jadi Seperti Zombi Berjalan

INTERNASIONAL
Gibran Ungkap Indonesia Berlimpah Pangan Saat Negara Lain Krisis

Gibran Ungkap Indonesia Berlimpah Pangan Saat Negara Lain Krisis

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon