ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

IMF peringatkan ancaman krisis pangan

Rabu, 2 Februari 2011 | 16:25 WIB
B
B
Penulis: BeritaSatu | Editor: B1
Kristalina Georgieva
Kristalina Georgieva (AFP/Nicholas Kamm )

Indonesia tidak akan berhutang ke IMF lagi.

Internasional Monetery Fund  (IMF) memperingatkan Indonesia untuk mewaspadai ancaman ketersediaan pangan dan energy. Menurut Direktur IMF Dominique Strauss-Kahn yang hari bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, memprediksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal bisa tumbuh diatas 6 persen sepanjang tahun 2011. "Tetapi kenaikan harga pangan dan minyak mungkin bisa mempengaruhi pertumbuhan," kata dia.
 
Strauss-Kahn menyinggung mengenai pengelolaan anggaran negara yang dilakukan Pemerintah Indonesia dinilainya sangat berhati-ahti dan menumbuhkan kepercayaan bagi penciptaan pertumbuhan ekonomi. Menurut dia, defisit anggaran sebesar 1,8 persen pada tahun di 2011 sangatlah beralasan.
"Saya melihat banyak negara yang mengalami defisit anggaran, hal itu sangat beralasan dan bisa membantu tumbuhnya investasi di negara berkembang," ujarnya.
 
Presiden melakukan pembicaraan tertutup dengan Strauss-Khan dalam rangka tukar pandangan mengenai situasi perekonomian global dan regional. Menurut Khan, IMF memiliki kepentingan terhadap Indonesia untuk bekerjasama dalam menghadapi permasalahan perekonomian dunia.
"Itulah mengapa kami berupaya membangun global financial safet net, dan kami terus mengupayakan mitigasi dampak krisis," kata Strauss-Kahn.
 
Strauss-Kahn menambahkan, globalisasi mengakibatkan satu negara saling memliki ketegantungan dan keterhubungan. Meski Indonesia dinilai IMF telah memiliki kebijakan ekonomi yang baik tapi tetap terkait dengan perekonomian negara-negara lain.
 
"Apa yang diimplementasikan di Indonesia juga bergantung dengan yang terjadi di bagian dunia lain. Kalau perekonomian AS bekerja dengan baik, tentunya akan berdampak bagi negara lain pula," kata Strauss-Kahn.
 
Secara khusus, Strauss-Kahn juga memberikan penilaian terhadap krisis politik di Mesir. Menurutnya, krisis politik di negara Timur Tengah itu tidak akan berdampak terhadap pertumbuhan global. Hal itu dikarenakan krisis dunia bakal timbul dari kenaikan harga minyak dunia.
 
"Mesir bukan penghasil minyak, dan saya tidak percaya dampaknya hanya sementara," kata dia.
 
Tidak utang
Sementara itu Menteri Perekononian Hatta Rajasa menegaskan Indonesia sama sekali tidak berniat untuk berhutang kembali pada IMF. Hatta mengatakan Indonesia masih tercatata seagai anggota IMF.
 
"Tetapi Indonesia tidak berniat berhutang," katanya.
 
Indonesia sempat menjadi salah satu negara penghutang kepada IMF. Namun Indonesia berhasil menuntaskan kewajiban pembayaran utang kepada IMF pada tahun 2006 lalu.
 


Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Blokade Hormuz Picu Krisis Pupuk, Industri dan Petani Jerman Tertekan

Blokade Hormuz Picu Krisis Pupuk, Industri dan Petani Jerman Tertekan

EKONOMI
Selat Hormuz Diblokade, Arab Saudi Alihkan Jalur Minyak ke Laut Merah

Selat Hormuz Diblokade, Arab Saudi Alihkan Jalur Minyak ke Laut Merah

EKONOMI
Maskapai Berbiaya Rendah AS Gulung Tikar Imbas Kenaikan Harga Minyak

Maskapai Berbiaya Rendah AS Gulung Tikar Imbas Kenaikan Harga Minyak

EKONOMI
10 Negara Terkuat Hadapi Krisis Global 2026, Indonesia Masuk Jajaran

10 Negara Terkuat Hadapi Krisis Global 2026, Indonesia Masuk Jajaran

EKONOMI
JP Morgan Sebut Indonesia Negara Paling Tahan Guncangan Energi

JP Morgan Sebut Indonesia Negara Paling Tahan Guncangan Energi

EKONOMI
Shell Akhirnya Turunkan Harga BBM di Singapura

Shell Akhirnya Turunkan Harga BBM di Singapura

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon