Shell Akhirnya Turunkan Harga BBM di Singapura
Minggu, 19 April 2026 | 05:06 WIB
Singapura, Beritasatu.com – Mayoritas perusahaan bahan bakar di Singapura menahan harga BBM dalam sepekan terakhir, meskipun terjadi dinamika geopolitik berupa gencatan senjata dua pekan dan blokade militer Amerika Serikat terhadap Iran yang dimulai pada Senin (13/4/2026).
Namun, Shell menjadi pengecualian dengan sempat menaikkan harga bensin sebesar 7 sen pada 13 April 2026. Kenaikan tersebut sekaligus membalikkan penurunan harga sebelumnya sebesar 4 sen pada 9 April 2026.
Dilansir dari Asiaone, dalam pembaruan harga, Shell menurunkan harga seluruh produk bensin sebesar 3 sen, sementara harga diesel dipertahankan.
Penyesuaian harga terakhir yang melibatkan seluruh perusahaan BBM di Singapura sebelumnya terjadi pada 6 dan 7 April 2026, bertepatan dengan pembahasan di parlemen terkait langkah mitigasi dampak konflik Timur Tengah terhadap dunia usaha dan rumah tangga.
Setelah penyesuaian terbaru, harga bensin RON 95 berada di kisaran SGD 3,42 hingga SGD 3,47 per liter (sekitar Rp 40.000–Rp 40.600). Harga terendah tercatat di SPC, sedangkan harga tertinggi di Caltex dan Sinopec.
Sementara itu, Esso dan Shell mematok harga di level menengah sebesar SGD 3,46 per liter (sekitar Rp 40.500).
Pada sisi lain, harga diesel masih bertahan tinggi pada kisaran SGD 4,62 hingga SGD 4,68 per liter (sekitar Rp 54.000–Rp 54.700). Kondisi ini mendorong sebagian pelaku usaha makanan menaikkan harga sekitar SGD 1 (sekitar Rp 11.700) akibat peningkatan biaya bahan baku dan energi.
Laporan sebelumnya pada 6 April 2026 menunjukkan biaya operasional kendaraan berbahan bakar diesel, seperti van, dapat meningkat sekitar SGD 189 per bulan hanya dari sisi bahan bakar (sekitar Rp 2,2 juta).
Sementara itu, harga minyak mentah dunia jenis Brent masih berada di bawah level US$ 100 per barel hingga Rabu (15/4/2026). Hal ini terjadi setelah Presiden Donald Trump menyatakan peluang dimulainya kembali perundingan untuk mengakhiri konflik Iran dalam waktu dekat.
Sejumlah pejabat dari Pakistan, Iran, dan negara-negara Teluk juga mengindikasikan bahwa tim negosiasi dari AS dan Iran berpotensi melanjutkan pembicaraan di Islamabad pada pekan ini, meskipun belum ada jadwal resmi yang ditetapkan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




