ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Maskapai Berbiaya Rendah AS Gulung Tikar Imbas Kenaikan Harga Minyak

Minggu, 3 Mei 2026 | 09:59 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Spirit Airlines.
Spirit Airlines. (AP)

Jakarta, Beritasatu.com - Maskapai asal Amerika Serikat (AS), Spirit Airlines, resmi menghentikan seluruh operasional setelah 34 tahun beroperasi. Hak itu juga menandai berakhirnya perjalanan salah satu maskapai berbiaya rendah atau low cost carrier (LCC) paling dikenal di negeri Paman Sam.

Melansir AP, Minggu (3/5/2026), maskapai yang dikenal dengan tarif murah dan strategi pemasaran nyentrik ini menyatakan telah memulai penghentian operasional secara teratur dan segera berlaku menyeluruh. Seluruh penerbangan dibatalkan dan layanan pelanggan juga dihentikan.

Keputusan ini diambil imbas tekanan biaya operasional yang melonjak, terutama akibat kenaikan harga bahan bakar jet yang dipicu konflik geopolitik, termasuk perang dengan AS dan Iran.

ADVERTISEMENT

“Kami bangga dengan dampak model biaya sangat rendah terhadap industri selama 34 tahun terakhir dan berharap dapat melayani tamu kami selama bertahun-tahun yang akan datang,” demikian pernyataan Spirit.

Penutupan ini berdampak besar, tidak hanya bagi penumpang tetapi juga sekitar 17.000 karyawan yang terdampak kehilangan pekerjaan. Banyak penumpang yang datang ke bandara terkejut setelah mengetahui penerbangan mereka dibatalkan tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Menteri Transportasi AS Sean Duffy mengatakan, Spirit telah menyiapkan dana untuk pengembalian tiket bagi pelanggan yang membeli langsung dari maskapai. Sementara itu, pembelian melalui pihak ketiga harus diklaim melalui agen masing-masing.

Sebagai langkah darurat, sejumlah maskapai besar, seperti United Airlines, Delta Air Lines, JetBlue, dan Southwest Airlines menawarkan tiket sekali jalan seharga US$ 200 (sekitar Rp 3,2 juta) bagi penumpang terdampak.

Upaya penyelamatan dari pemerintah sebelumnya sempat dipertimbangkan oleh Donald Trump, tetapi tidak mencapai kesepakatan. Pemerintah menyatakan keterbatasan anggaran menjadi salah satu kendala utama.

Spirit telah menghadapi tekanan finansial sejak pandemi Covid-19, dengan kerugian lebih dari US$ 2,5 miliar sejak 2020. Maskapai ini juga sempat mengajukan perlindungan kebangkrutan dua kali dalam beberapa tahun terakhir.

Penutupan Spirit diperkirakan akan berdampak pada kompetisi industri penerbangan, terutama bagi segmen penumpang berbiaya rendah. Tanpa kehadiran maskapai ini, harga tiket berpotensi meningkat di sejumlah rute populer, seperti Las Vegas dan kota-kota di Florida.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon