Riswinandi -- Bank Harus Dipaksa Turunkan Bunga
Selasa, 6 Desember 2011 | 20:17 WIB
Pemerintah dan bank sentral juga harus membantu perbankan dalam menurunkan overhead cost
Calon deputi Gubernur Bank Indonesia Riswinandi mengatakan perbankan Indonesia harus dipaksa dengan peraturan agar mau menurunkan suku bunga kredit.
Di pihak lain pemerintah dan bank sentral juga harus membantu perbankan dalam menurunkan overhead cost mereka dalam menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Hal ini disampaikan oleh wakil direktur utama Bank Mandiri tersebut dalam uji kemampuan dan kepatutan calon deputi gubernur BI di hadapan Komisi XI DPR, Selasa (6/12).
Himbauan Bank Indonesia ataupun kebijakan berupa pengumuman suku bunga dasar kredit (SBDK) belum cukup untuk membuat perbankan mau menurunkan bunga pinjamannya.
"Orang kita memang tidak bisa kalau tidak ada peraturannya," kata Riswinandi.
Dia menjelaskan yang jadi masalah dengan kebijakan pengumuman SBDK saat ini adalah kriteria dan kategori yang digunakan bank dalam menghitung bunga dasa tersebut berbeda satu dengan yang lainnya.
"Sehingga tidak bisa dibandingkan apple to apple," kata Riswinandi.
Dengan demikian bank-bank masih bisa menggelembungkan risk premium ataupun margin yang diambil dengan menggunakan bermacam-macam kriteria.
"Ke depannya saya mengusulkan agar kriteria dan segmentasi kredit distandarisasi. Sehingga BI bisa punya acuan untuk mengatur berapa SBDK yang wajar," kata Riswinandi.
Riswinandi juga mengatakan, bunga kredit yang tinggi terkait dengan permasalahan biaya overhead yang sanat tinggi terutama di bank-bank yang cabangnya sedikit.
Riswinandi juga mengusulkan agar pemerintah, dalam hal ini Kementerian BUMN untuk mendukung perbankan dalam penurunan overhead cost nya.
"Masalahnya untuk debitu ritel, seperti UMKM, overhead cost sangat besar karena butuh tenaga kerja yang banyak untuk menjangkau mereka," kata Riswinandi.
Dia berharap perbankan dapat menggunakan jaringan PT Pos Indonesia yang sangat luas sehingga biaya overheead tersebut bisa ditekan.
"Yang juga saya dorong adalah branchless banking, yaitu bank tidak buat kantor cabang tapi menggunakan agen dari pihak non-bank atau menggunakan handphone. Ini akan sangat efisien dalam hal biaya," pungkasnya.
Calon deputi Gubernur Bank Indonesia Riswinandi mengatakan perbankan Indonesia harus dipaksa dengan peraturan agar mau menurunkan suku bunga kredit.
Di pihak lain pemerintah dan bank sentral juga harus membantu perbankan dalam menurunkan overhead cost mereka dalam menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Hal ini disampaikan oleh wakil direktur utama Bank Mandiri tersebut dalam uji kemampuan dan kepatutan calon deputi gubernur BI di hadapan Komisi XI DPR, Selasa (6/12).
Himbauan Bank Indonesia ataupun kebijakan berupa pengumuman suku bunga dasar kredit (SBDK) belum cukup untuk membuat perbankan mau menurunkan bunga pinjamannya.
"Orang kita memang tidak bisa kalau tidak ada peraturannya," kata Riswinandi.
Dia menjelaskan yang jadi masalah dengan kebijakan pengumuman SBDK saat ini adalah kriteria dan kategori yang digunakan bank dalam menghitung bunga dasa tersebut berbeda satu dengan yang lainnya.
"Sehingga tidak bisa dibandingkan apple to apple," kata Riswinandi.
Dengan demikian bank-bank masih bisa menggelembungkan risk premium ataupun margin yang diambil dengan menggunakan bermacam-macam kriteria.
"Ke depannya saya mengusulkan agar kriteria dan segmentasi kredit distandarisasi. Sehingga BI bisa punya acuan untuk mengatur berapa SBDK yang wajar," kata Riswinandi.
Riswinandi juga mengatakan, bunga kredit yang tinggi terkait dengan permasalahan biaya overhead yang sanat tinggi terutama di bank-bank yang cabangnya sedikit.
Riswinandi juga mengusulkan agar pemerintah, dalam hal ini Kementerian BUMN untuk mendukung perbankan dalam penurunan overhead cost nya.
"Masalahnya untuk debitu ritel, seperti UMKM, overhead cost sangat besar karena butuh tenaga kerja yang banyak untuk menjangkau mereka," kata Riswinandi.
Dia berharap perbankan dapat menggunakan jaringan PT Pos Indonesia yang sangat luas sehingga biaya overheead tersebut bisa ditekan.
"Yang juga saya dorong adalah branchless banking, yaitu bank tidak buat kantor cabang tapi menggunakan agen dari pihak non-bank atau menggunakan handphone. Ini akan sangat efisien dalam hal biaya," pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
5
B-FILES
Terseret dalam Perang dengan Israel, Lebanon Adukan Iran kepada PBB




