ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Dorong UMKM Berinovasi, BI Genjot Ekspor Indonesia

Jumat, 30 Januari 2015 | 13:11 WIB
MW
WP
Penulis: Margye J Waisapy | Editor: WBP
Ilustrasi Ekspor - Impor
Ilustrasi Ekspor - Impor (Antara/OJT/Sigid Kurniawan)

Pontianak- Bank Indonesia (BI) ikut mendorong pengusaha kecil dan menengah agar berkembang dan berinovasi sehingga mampu menciptakan produksi yang berkualitas untuk memacu kerja ekspor Indonesia.

BI bukan saja menganalisis bagaimana memperbaiki defisit neraca perdagang, namun turun langsung ke lapangan.

Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityswara mengatakan, BI akan terus membentuk pengusaha-pengusaha kecil dan meningkatkan produksi dalam negeri. Dengan begitu, impor bisa dikurangi sehingga menciptakan stabilitas Indonesia.

"Menurut saya harus ada balance antara pengusaha besar dan kecil. Kalau bisa majority pengusaha Indonesia dihasilkan pengusaha kecil dan menengah. Kemudian, minority oleh pengusaha besar. Itu akan lebih menstabilkan ekonomi dan menyejahterahkan rakyat sehingga ada pemerataan," ujar Mirza di kantor perwakilan BI Kalimantan Barat (Kalbar), Pontianak, Jumat (30/1).

ADVERTISEMENT

Berkaca pengalaman sebelum 1998, lanjut Mirza, perbankan Indonesia hanya menyalurkan kredit kepada pengusaha besar atau konglomerat. Ketika terjadi krisis besar di Indonesia, nilai tukar rupiah naik dari Rp 7.000 menjadi Rp 17.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

"Sebagian besar (konglomerat mengambil kredit valuta asing (valas). Bank ada yang punya kredit valas sampai 50 persen. Pengusaha bukan eksportir, akhirnya jatuh. Ini menyebabkan Indonesia masuk masa resesi panjang," ujar Mirza.

Lebih lanjut, perbankan Indonesia bertransformasi dengan memberikan kredit kepada pengusaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Perbankan ditargetkan memperoleh debitur yang berkualitas.

"Mudah-mudahan dari pelatihan inkubator bisnis ini, negara akan lebih baik ditopang oleh pengusaha kecil. Apalagi kalau pengusaha besar memiliki vendor dari dalam negeri. Indonesia harus menghidupkan iklim seperti itu," lanjut Mirza.

Mirza menegaskan, semua diawali dengan pelatihan yang mencakup peningkatan motivasi usaha, produksi, pengemasan, pemasaran, dan distribusi. "Bahkan yang terpenting peran serta pemerintah daerah dalam memberikan fasilitas," kata dia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Uang Palsu Turun Drastis, BI Ungkap Rupiah Makin Sulit Dipalsukan

Uang Palsu Turun Drastis, BI Ungkap Rupiah Makin Sulit Dipalsukan

EKONOMI
BI–Bareskrim Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

BI–Bareskrim Musnahkan 466.535 Lembar Uang Palsu

EKONOMI
BI dan Polri Musnahkan Uang Rupiah Palsu

BI dan Polri Musnahkan Uang Rupiah Palsu

MULTIMEDIA
Puan Desak Pemerintah Tahan Rupiah seusai Tembus Rp17.500

Puan Desak Pemerintah Tahan Rupiah seusai Tembus Rp17.500

NASIONAL
BI Yakin Pengakuan IMF Perkuat Persepsi Positif Pasar

BI Yakin Pengakuan IMF Perkuat Persepsi Positif Pasar

EKONOMI
BI Sebut Dolar AS Jadi Primadona saat Konflik Iran

BI Sebut Dolar AS Jadi Primadona saat Konflik Iran

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon