Dampak Kebijakan Suku Bunga terhadap Inflasi Baru Terasa 6 Kuartal Lagi
Jumat, 24 November 2023 | 06:50 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyatakan bahwa kebijakan suku bunga acuan BI baru akan berdampak pada inflasi dalam jangka waktu empat hingga enam kuartal ke depan.
Pengumuman ini muncul setelah Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 22-23 November 2023. Dalam RDG, BI memutuskan untuk mempertahankan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 6%, suku bunga deposit facility sebesar 5,25%, dan suku bunga lending facility 6,75%.
“Dampak suku bunga terhadap inflasi memerlukan waktu empat-enam kuartal. Kalau kita lihat inflasi sekarang rendah,” ucap Perry dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur November 2023 di BI, Kamis (23/11/2023).
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Oktober 2023 mencapai 2,56% (YoY), sedikit lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang sebesar 2,28% (YoY). Namun, inflasi inti menurun menjadi 1,91% (YoY).
Keputusan BI untuk mempertahankan suku bunga acuan di level 6% dijelaskan Perry, konsistennya dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah dan langkah pre-emptive untuk mengurangi dampak dari imported inflation, yang mencakup faktor harga energi dan pangan global, serta depresiasi nilai tukar rupiah.
Perry Warjiyo menyebutkan bahwa BI memperkirakan inflasi akan tetap terkendali dalam sasaran 3,0±1% pada 2023 dan 2,5±1% pada 2024. Meskipun terdapat ruang untuk menurunkan suku bunga acuan, BI mempertimbangkan risiko, terutama terkait dengan inflasi barang impor (imported inflation), yang dipengaruhi oleh faktor harga energi dan pangan global, serta depresiasi nilai tukar rupiah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




