ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Perjalanan BREN Meraih Tahta Tertinggi di Pasar Modal Indonesia

Minggu, 10 Desember 2023 | 12:07 WIB
FB
FB
Penulis: Faisal Maliki Baskoro | Editor: FMB
PT Barito Renewables Energy Tbk.
PT Barito Renewables Energy Tbk. (Star Energy/Star Energy)

Jakarta, Beritasatu.com - Belum genap dua bulan melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), perusahaan panas bumi yang dimiliki oleh konglomerat Prajogo Pangestu, berhasil menjadi perusahaan dengan kapitalisasi pasar (market cap) terbesar, menggusur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

BREN menyalip BBCA sekitar pukul 09.20 Jumat (12/8/2023) setelah sahamnya sempat menyentuh Rp 8.150, sehingga kapitalisasi pasarnya mencapai Rp 1,09 triliun, mengalahkan BCA yang kapitalisasinya sebesar Rp 1,08 triliun pada jam yang sama. Pada penutupan perdagangan Jumat (8/12/2023), market cap Barito Renewables mencapai Rp 1.077 triliun. Sedangkan BBCA sebesar Rp 1.068 triliun.

Berikut adalah perjalanan BREN dalam menyalip BBCA di BEI:

1. Penawaran Umum, Valuasi Premium
PT Barito Renewables Energy memulai masa penawaran umum (offering) sebanyak 4 miliar saham baru pada 3-5 Oktober 2023 dengan harga Rp 780 per saham. Harga saham yang ditawarkan terbilang sangat premium dengan PE 70x dan PBV 15x, jauh di atas emiten di sektor yang sama.

ADVERTISEMENT

“Secara valuasi, penawaran IPO BREN di harga maksimum Rp 780 mencerminkan 70x PE dan 15x PBV yang terbilang sangat mahal sekali dan superpremium,” kata Analis NH Korindo Sekuritas Indonesia Leonardo Lijuwardi kepada Investor Daily di Jakarta, Senin (2/10/2023).

2. IPO Langsung ARA
PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mencatatkan (listing) sahamnya di BEI pada Senin (9/10/2023). Terdaftar di papan utama BEI, BREN menjadi perusahaan  terbuka ke-69 yang tercatat pada tahun 2023.

Di awal perdagangan sesi I, BREN melesat hingga mentok atau autorejection atas (ARA). Baru lima menit perdagangan, terpantau antrean bid atau permintaan beli di harga Rp 975 sudah mencapai 8,26 juta lot.

BREN bergerak pada sektor infrastruktur dengan sub-industri utilitas listrik. Harga IPO saham BREN adalah senilai Rp 780/saham yang dicatatkan sebanyak 133.786.220.000 saham, sehingga kapitalisasi pasarnya adalah senilai Rp 104,35 triliun.

BREN melepas 4,015 miliar saham ke publik atau hanya sekitar 3% sehingga total dana terkumpul dari aksi IPO sebesar Rp 3,13 triliun. Jumlah investor IPO mencapai 58.553 investor. Sedangkan pemegang saham sebelum IPO hanya ada empat pemegang saham.

3. Menembus Jajaran Elite
Sehari setelah IPO, BREN menembus 10 besar emiten dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar di BEI. Pada perdagangan saham di BEI, Selasa (10/10/2023), market cap BREN mencapai Rp 163 triliun atau di peringkat 10. Sedangkan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) terpental.

Tiga hari setelah IPO, market cap anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT) tersebut mencapai Rp 253 triliun, naik dari sehari sebelumnya yang sebesar Rp 203 triliun. Saat ini, BREN berada di peringkat 7 atau meningkat dari sebelumnya di peringkat 9.

Sepak terjang BREN semakin tak terbendung. Market cap BREN melompat menjadi Rp 459 triliun pada perdagangan Selasa (17/10/2023). BREN kini menempati peringkat 5 besar. Berkat ARA berjilid-jilid, harga BREN naik 340% ke posisi Rp 3.430.

Pada perdagangan Kamis (19/10/2023), BREN menembus empat besar market cap setelah sahamnya naik mencapai Rp 542 triliun, sehingga menggeser posisi Bank Mandiri dengan market cap sebesar Rp 529 triliun.

Pada 17 November 2023, harga saham BREN diparkir di Rp 6.325. Saham ini terbang 710,89% dari harga IPO. Kapitalisasi pasar BREN per penutupan 17 November mencapai Rp 846,19 triliun atau nomor 2 terbesar setelah market cap BBCA di peringkat 1 sebesar Rp 1.118,72 triliun.

Market cap BREN sudah menyusul kapitalisasi pasar PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 791,89 triliun yang mengalah ke posisi 3.

4. Kinerja BREN
BREN merilis laporan keuangan konsolidasian interim pada Senin (13/11/2023). Pendapatan BREN sepanjang periode Januari-September menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,13% menjadi US$ 445,2 juta (Rp 6,9 triliun) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 423,5 juta.

Pertumbuhan performa tersebut di antaranya disumbang dari penjualan listrik yang berasal dari pelanggan, yang meningkat menjadi US$ 203,4 juta dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 189,2 juta. Tercatat, hingga 30 September 2023, laba bersih BREN melompat 12,4% menjadi US$ 84,4 juta ketimbang periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 75,1 juta. BREN juga mengumumkan akan membagikan dividen interim sebesar Rp 523,41 miliar atau Rp 3,91/saham.

5. Prajogo Pangestu Jadi Orang Terkaya Nomor 1 di Indonesia
Lonjakan kekayaan Prajogo Pangestu tak hanya menjadikannya sebagai orang terkaya nomor 1 di Indonesia, sekaligus mendorongnya ke peringkat 27 dalam daftar orang terkaya di dunia.

Berdasarkan The Real-Time Billionaires List di Forbes, Minggu pagi (19/11/2023), kekayaan Prajogo Pangestu mencapai US$ 43,6 miliar atau setara Rp 677 triliun.

Lonjakan kekayaan Prajogo Pangestu terutama ditopang oleh peningkatan nilai kapitalisasi pasar PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) yang begitu pesat.

6. Akuisisi Sidrap
PT Barito Wind Energy, anak perusahaan PT Barito Renewables Tbk (BREN), telah mencapai kesepakatan secara prinsip (in-principle), Jumat (8/12/2023) dengan UPC Renewables Asia Pacific Holdings Pte Ltd dan ACEN Renewables Pte Ltd, untuk akuisisi 100% saham PT UPC Sidrap Bayu Energy (Sidrap).

Terletak di Sulawesi Selatan, Sidrap adalah pembangkit listrik tenaga angin pertama di Indonesia dan salah satu yang terbesar di negara ini dengan kapasitas 75 MW. Nilai akuisisi tidak disebutkan, tetapi kabar ini mengantarkan BREN menyalip BBCA.

7. Menjadi Perusahaan Terbesar di BEI
BREN akhirnya menjadi emiten dengan nilai kapitalisasi pasar terbesar di BEI, menggusur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA yang terpaksa harus turun ke peringkat 2.

Pada penutupan perdagangan Jumat (8/12/2023), market cap Barito Renewables atau BREN mencapai Rp 1.077 triliun. Sedangkan BCA atau BBCA sebesar Rp 1.068 triliun.

Saat IPO pada Oktober 2023, harga BREN sebesar Rp 780 per saham. Pada penutupan perdagangan Jumat (8/12/2023) atau dua bulan berselang, BREN bertengger di level Rp 8.050. Dengan begitu, secara kumulatif, saham BREN telah melompat 932%.

Sementara itu, market cap BREN saat IPO sebesar Rp 104,3 triliun. Alhasil, hingga saat ini, market cap BREN telah bertambah Rp 972,7 triliun atau meningkat 932%.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

BEI Rebalancing LQ45: Saham BREN Masuk, ACES Keluar

BEI Rebalancing LQ45: Saham BREN Masuk, ACES Keluar

EKONOMI
Barito Renewables Resmikan Ekspansi dan Penambahan Kapasitas Lima Proyek Star Energy Geothermal

Barito Renewables Resmikan Ekspansi dan Penambahan Kapasitas Lima Proyek Star Energy Geothermal

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT