Bank Indonesia dan Bank of Korea Dorong Penggunaan Mata Uang Lokal dalam Transaksi Keuangan dan Ekonomi
Senin, 18 Desember 2023 | 07:00 WIB
Badung, Beritasatu.com - Bank Indonesia (BI) dan Bank of Korea (BOK) menggelar high level meeting (HLM) di The Apurva Kempinski Bali, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (10/12/2023). Keduanya sepakat mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi keuangan dan ekonomi (Local Currency Transaction/LCT) pada 2024.
Kesepakatan ini merupakan tindak lanjut dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerja sama penggunaan mata uang lokal kedua bank sentral yang disepakati pada Mei 2023. Dalam persiapan implementasinya, BI dan BOK akan menyusun kerangka kerja atau framework LCT dalam suatu Operational Guidelines atau pedoman operasional. Framework LCT akan memfasilitasi penyelesaian transaksi pembayaran lintas negara di area perdagangan dan diharapkan dapat meminimalisasi eksposur risiko nilai tukar dan biaya bagi pelaku usaha dan pengguna lainnya.
Saat implementasi, perbankan di Indonesia dan Korea Selatan dapat melakukan kuotasi nilai tukar secara langsung sehingga risiko nilai tukar dan biaya yang timbul dari transaksi tersebut dapat berkurang, serta meningkatkan efisiensi yang diharapkan mampu mendorong transaksi perdagangan antara Indonesia dan Korea. Hal ini sekaligus dapat memperdalam pasar keuangan dalam mata uang lokal di kedua negara.

BACA JUGA
Pertemuan Tahunan Bank Indonesia: Prospek Perekonomian Domestik pada 2024-2025 Tetap Terjaga
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, penggunaan mata uang lokal yang luas akan memperkuat stabilitas makroekonomi dan kerja sama keuangan bilateral antara Korea dan Indonesia.
“Melalui implementasi kerangka kerja sama LCT ini, perdagangan antarnegara dapat menggunakan kuotasi nilai tukar secara langsung yang disediakan oleh bank Appointed Cross Currency Dealer (ACCD) sehingga memberikan opsi bagi dunia usaha dalam melakukan transaksi perdagangan dan meningkatkan efisiensi transaksi,“ kata Perry saat Press Statement di sela rangkaian acara HLM BI dan BOK.
Gubernur BOK Rhee Chang-yong menambahkan, inisiatif LCT diharapkan memberi dampak positif terhadap pembangunan ekonomi melalui peningkatan perdagangan bilateral dan pemanfaatan mata uang lokal kedua negara. Kesepakatan kerangka kerja sama LCT ini juga menjadi bentuk dukungan Bank of Korea terhadap upaya integrasi keuangan sejumlah negara di kawasan, khususnya ASEAN, untuk memfasilitasi penggunaan mata uang lokal secara lebih luas.
“Berdasarkan pengalaman keberhasilan Indonesia dalam menerapkan kerangka LCT dengan sejumlah negara dalam beberapa tahun terakhir, diharapkan kerangka LCT antara Korea dan Indonesia ini juga akan berhasil dibentuk dan diimplementasikan. Untuk mencapai tujuan tersebut, kedua bank sentral berkomitmen untuk memberikan upaya yang terbaik,” ujar Rhee.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
KPK Duga Ahmad Dedi Terima Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras




