ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

LPEM UI Proyeksi BI Akan Pertahankan Suku Bunga Acuan di 6%

Rabu, 20 Desember 2023 | 15:51 WIB
AK
WP
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: WBP
Ilustrasi Bank Indonesia.
Ilustrasi Bank Indonesia. (Antara/Dokumentasi BI)

Jakarta, Beritasatu.com - Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga acuan sebesar 6% dalam rapat dewan gubernur (RDG) pada 20-21 Desember 2023. Pertimbangan menahan suku bunga berdasarkan tingkat inflasi cukup terkendali dan performa nilai tukar rupiah selama November .

“Menimbang berbagai perkembangan terkini, kami berpandangan BI perlu menahan suku bunga acuannya di 6% pada RDG terakhir tahun ini,” ucap ekonom makroekonomi dan pasar keuangan LPEM FEB UI, Teuku Riefky dalam Laporan Seri Analisis Makroekonomi Desember 2023 seepeti dikutip Investor Daily, Rabu (20/11/2023).

Inflasi umum tahunan meningkat ke 2,86% (year on year/yoy) pada November 2023. Peningkatan inflasi masih didorong komponen harga pangan, meski sumber tekanan inflasi bergeser dari beras ke komoditas lainnya. Sementara itu, rupiah menguat signifikan ke Rp 15.500 pada November 2023 dari Rp 15.650 dipicu keputusan bank sentral Amerika Serikat (The Fed) dan revisi regulasi devisa hasil ekspor sumber daya alam.

ADVERTISEMENT

The Fed telah menyelesaikan rapat Federal Open Market Committee (FOMC) terakhir tahun 2023 dengan tidak mengubah kebijakan suku bunga (Fed Funds Rate/FFR) dan tetap di level 5,25%-5,5%. Keputusan ini menandakan Fed tidak mengubah FFR untuk ketiga kalinya secara beruntun. 

Inflasi AS terus menurun ke 3,14% (yoy) pada November 2023 dari 3,24% (yoy) di bulan sebelumnya. Lebih lanjut, inflasi inti terakhir tercatat di 4,01% (yoy), mencatatkan titik terendahnya sejak September 2022.  Tren inflasi di AS secara konsisten mendekati target 2%, walaupun bergerak secara perlahan. 

Kemudian, kondisi pasar tenaga kerja di AS relatif solid seiring tingkat pengangguran yang turun ke 3,7% pada November 2023 dari 3,9% di bulan sebelumnya.

Riefky mengatakan ke depannya, era suku bunga tinggi (higher for longer) kemungkinan akan berlanjut walaupun The Fed mengindikasikan adanya potensi menurunkan suku bunga acuannya tahun depan. 

Dia mengatakan BI perlu tetap waspada terhadap langkah The Fed pada 2024. Suku bunga acuan BI saat ini berada pada titik tertingginya dalam 4,5 tahun, memberikan BI ruang cukup untuk menurunkan suku bunga pada 2024. 

Namun, pemilihan waktu untuk menurunkan suku bunga menjadi krusial. Bila BI menurunkan tingkat suku bunga terlalu dini, berpotensi memicu arus modal keluar dan menekan rupiah. Sedangkan terlambat menurunkan suku bunga acuan dapat menggerus daya beli masyarakat dan menghambat pertumbuhan sektor riil.

Selain potensi pemotongan suku bunga The Fed di 2024, beberapa faktor lain yang perlu diperhatikan BI adalah inflasi akibat pemilu dan berlanjutnya El Nino, penurunan arus perdagangan seiring berlanjutnya pelemahan permintaan global, dan potensi arus modal keluar akibat ketidakpastian ekonomi global dan tensi geopolitik.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Cegah Pelemahan Rupiah, BI Tahan Suku Bunga pada 4,75 Persen

Cegah Pelemahan Rupiah, BI Tahan Suku Bunga pada 4,75 Persen

EKONOMI
BI Disarankan Tahan Suku Bunga 4,75 Persen demi Jaga Rupiah

BI Disarankan Tahan Suku Bunga 4,75 Persen demi Jaga Rupiah

EKONOMI
BI Diproyeksi Tahan Suku Bunga 4,75 Persen untuk Stabilitas Rupiah

BI Diproyeksi Tahan Suku Bunga 4,75 Persen untuk Stabilitas Rupiah

EKONOMI
Rupiah Melemah, BI Nilai Ruang Penurunan Suku Bunga Menyempit

Rupiah Melemah, BI Nilai Ruang Penurunan Suku Bunga Menyempit

EKONOMI
BI Pastikan Belum Akan Turunkan Suku Bunga di Tengah Tekanan Global

BI Pastikan Belum Akan Turunkan Suku Bunga di Tengah Tekanan Global

EKONOMI
BI Waspadai Perang Timur Tengah Tekan Rupiah dan Ekonomi RI

BI Waspadai Perang Timur Tengah Tekan Rupiah dan Ekonomi RI

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon