ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kemenko Perekonomian Proyeksi Inflasi 2024 Terkendali pada Level 2,8%

Jumat, 1 Maret 2024 | 17:44 WIB
AK
WP
Penulis: Arnoldus Kristianus | Editor: WBP
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Jumat 1 Maret 2024.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Jumat 1 Maret 2024. (Beritasatu.com/Arnoldus Kristianus)

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) memperkirakan inflasi akan terkendali dan berada pada level 2,8% hingga akhir 2024. Angka ini masih berada dalam kisaran target pemerintah sebesar 2,5±1%.

“Perhitungan awal inflasi umum masih terkendali, bahkan sampai akhir tahun kita masih yakin, hitungan kita paling tinggi 2,8% sampai akhir tahun,” kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Jumat (1/3/2024) dikutip Investor Daily.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Februari 2024 secara bulanan mencapai 0,37%. Sementara inflasi tahun ke tahun sebesar 2,75% dan inflasi tahun kalender berjalan sebesar 0,41%. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi  Februari 2024 adalah beras, cabai merah, telur ayam ras, dan minyak goreng dengan andil inflasi yang lebih tinggi, dibandingkan Februari. 

ADVERTISEMENT

Susiwijono mengatakan inflasi pada komoditas pangan terjadi karena permasalahan iklim sehingga masa tanam dan masa panen mundur dari waktu biasanya. Hal tersebut berimbas terhadap distribusi khususnya terkait dengan supply dan demand.

Supply kita memang agak bergeser karena panen bergeser. Realisasi impor penguatan cadangan impor belum semua terealisasi,” kata dia.

Dari hasil koordinasi dengan kementerian/lembaga (K/L), pemerintah memperkirakan akan terjadi tren penurunan harga pangan. “Justru bulan ini mulai Maret akan terjadi tren penurunan harga. Bahkan harga internasionalnya pun mulai turun. Jadi dua sisi, suplai di domestik maupun suplai dari impor kita mestinya harganya trennya akan turun, sehingga inflasi pangan di bulan ini (Maret) akan lebih baik, mungkin terkendali,” pungkas Susiwijono.


 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT