ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Laporan Globalisasi DHL: Indonesia Peringkat ke-109

Selasa, 19 Maret 2024 | 15:39 WIB
AP
WP
Penulis: Arif Perkasa | Editor: WBP
Ilustrasi DHL.
Ilustrasi DHL. (Beritasatu.com/Arif Perkasa)

New Delhi, India - Indonesia menempati urutan ke-109 dari 181 negara dalam keterhubungan global atau globalisasi. Angka ini jauh di bawah negara-negara tetangga, seperti Singapura yang menempati urutan pertama dan Malaysia di posisi ke-26.

Peringkat ini tertuang dalam laporan DHL dan Stern School of Business Universitas New York soal Keterhubungan Global DHL 2024, yang dipaparkan di New Delhi, India pada Rabu (13/3/2024). 

“Laporan ini juga mengupas kondisi globalisasi, termasuk melacak arus perdagangan, modal, informasi, dan orang bergerak di seluruh dunia,” kata peneliti senior dan Direktur Inisiatif DHL untuk Globalisasi di Stern School of Business Universitas New York, Steven Altman, di New Delhi, Rabu. 

ADVERTISEMENT

Indonesia masih tertinggal jauh tingkat keterhubungannya dibandingkan negara-negara tetangga. Meski begitu, laporan ini menegaskan potensi besar untuk terus meningkatkan arus global. 

Hal ini menetapkan tingkat globalisasi dunia saat ini hanya sebesar 25%, dalam skala dari 0% (tidak ada arus yang melintasi batas negara) hingga 100% (batas dan jarak tidak lagi menjadi masalah sama sekali).

Pertumbuhan perdagangan memainkan peran penting dalam meningkatkan keterhubungan global. Pangsa output global yang diperdagangkan secara internasional kembali mencapai rekor tertinggi pada 2022. Setelah mengalami perlambatan pada 2023, pertumbuhan perdagangan diperkirakan akan meningkat pada 2024.

“Deglobalisasi masih hanya sebuah risiko, bukan kenyataan saat ini. Ancaman geopolitik dan perubahan kebijakan publik telah membuat banyak orang memperkirakan terpecahnya perekonomian dunia berdasarkan geografis atau geopolitik, atau bahkan kemunduran dari bisnis internasional ke bisnis domestik. Namun data terbaru masih menunjukkan bahwa arus internasional semakin meningkat,”  kata dia.

Altman menjelaskan globalisasi mencapai rekor tertinggi pada 2022 dan tetap mendekati level tersebut pada 2023, meskipun terjadi serangkaian guncangan global selama 1 dekade terakhir. Guncangan tersebut, seperti pandemi Covid-19, perang di Ukraina dan Gaza, konflik perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok, dan keluarnya Inggris dari Uni Eropa (UE).  “Bukti-bukti tersebut dengan tegas membantah anggapan, bahwa pertumbuhan arus global telah mengalami kemunduran,” kata dia.

Sementara CEO DHL Express John Pearson dalam acara laporan Konektivitas Global DHL 2024 di New Delhi, India mengatakan, laporan itu membawa nilai positif.  “Yang terpenting adalah tingkat keterhubungan global yang tangguh dan kuat,” ujar John.

Ia mengatakan perluasan pasar akan memberdayakan individu, dunia usaha, dan seluruh negara untuk berkembang dengan cara yang unik.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Perang Israel-Iran Paksa DHL Memutar Rute hingga Afrika

Perang Israel-Iran Paksa DHL Memutar Rute hingga Afrika

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT