ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pesan Menko Airlangga ke Pengusaha Ritel: Jangan Tempatkan UMKM di Ujung

Rabu, 28 Agustus 2024 | 21:33 WIB
SD
DM
Penulis: Sella Rizky Deviani | Editor: DM
Menko Perekonomian Airlangga (tengah) saat menghadiri Indonesia Retail Summit 2024 di Swisshotel PIK Avenue, Jakarta Utara, Rabu (28/8/2024).
Menko Perekonomian Airlangga (tengah) saat menghadiri Indonesia Retail Summit 2024 di Swisshotel PIK Avenue, Jakarta Utara, Rabu (28/8/2024). (Beritasatu.com/Sella Rizky Deviani)

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyinggung pengusaha retail mengenai lokasi pedagang UMKM yang kerap kali ditempatkan di lokasi kurang strategis. Oleh karena itu, Airlangga meminta pengusaha ritel yang tergabung dalam himpunan peritel dan penyewa pusat perbelanjaan Indonesia (Hippindo) dapat memberikan lokasi strategis kepada UMKM di pusat perbelanjaan mereka.

Enterpreneurs (para pengusaha) saya minta juga untuk mengingat UMKM karena penting untuk mendapatkan tempat bagi produknya,” ujarnya dalam acara Indonesia Retail Summit 2024 di Swisshotel PIK Avenue, Jakarta Utara, Rabu (28/8/2024).

Airlangga berpandangan selama ini UMKM kurang mendapatkan perhatian dari pengusaha ritel. Pelaku UMKM sering kali diberikan tempat berjualan di lokasi yang tidak banyak lalu lalang konsumen.

ADVERTISEMENT

“Di sini untuk ritel, tiap produk sebuah posisi itu penting. Posisinya kalau di ujung-ujung, di belakang atau di lantai tiga atau lantai empat atau lantai-lantai pojok, tentu arus lalu lintas pembelinya terbatas,” ungkapnya.

Airlangga mengharapkan pengusaha ritel dapat lebih berpihak kepada industri kecil tersebut. Dia tidak ingin ada batas antarpengusaha di Indonesia sehingga membuat kesejahteraan perekomian masyarakat di Indonesia timpang.

“Kita tidak ingin mendapatkan yang namanya chilean paradox, kekayaan bertumpuk di atas, banyak landlord (tuan tanah/pengusaha kaya) dan yang lain middle class (kelas menengahnya tipis,” terangnya.

Airlangga bersyukur saat ini masyarakat kelas menengah di Indonesia banyak. Menurut dia, hal ini karena sejumlah program yang telah dilakukan pemerintah seperti program keluarga harapan (PKH), subsidi listrik, hingga subsidi energi.

“Jadi inilah program bantalan yang dilakukan oleh pemerintah agar setiap masyarakat punya akses saving (menyimpan) jaga daya beli juga untuk ke depan,” pungkasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Catat Tanggalnya! Semarang Jadi Tuan Rumah Event Olahraga Nasional, Sepanjang April 2026

Catat Tanggalnya! Semarang Jadi Tuan Rumah Event Olahraga Nasional, Sepanjang April 2026

EKONOMI
Warga Binaan Ciptakan Alat Musik Bernilai Jual dari Balik Lapas Tahuna

Warga Binaan Ciptakan Alat Musik Bernilai Jual dari Balik Lapas Tahuna

NUSANTARA
Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

Dukung Program Pemerintah, Kinerja BSI Solid Awal 2026

EKONOMI
Naik Kelas! Produk Binaan PTBA Buktikan Daya Saing Tinggi di Pasar Ibu Kota

Naik Kelas! Produk Binaan PTBA Buktikan Daya Saing Tinggi di Pasar Ibu Kota

EKONOMI
WFH 1 Kali Sepekan, Bagaimana Nasib Ojol dan UMKM?

WFH 1 Kali Sepekan, Bagaimana Nasib Ojol dan UMKM?

NASIONAL
Live TikTok, Purbaya Janji Atasi Serbuan Produk Impor

Live TikTok, Purbaya Janji Atasi Serbuan Produk Impor

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT