ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Bisa Tercapai Saat Efisiensi Anggaran

Sabtu, 22 Februari 2025 | 10:02 WIB
AD
AD
Penulis: Alfi Dinilhaq | Editor: AD
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR Kamrussamad.
Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR Kamrussamad. (Beritasatu.com/Celvin Moniaga Sipahutar)

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Prabowo Subianto mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2025. Namun, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) optimistis pertumbuhan ekonomi 8 persen bisa tercapai di tengah efisiensi anggaran.

Hal itu diungkap oleh anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR Kamrussamad pada acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2024 Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha KAHMI (BPP Hipka) pada Rabu (19/2/2025).

Kamrussamad menyebut, kepala daerah dari seluruh Indonesia sudah mendapatkan paparan terkait efisiensi anggaran sesuai dengan instruksi presiden.

ADVERTISEMENT

"Teman-teman dari seluruh Indonesia telah mendapatkan paparan dari menteri investasi serta kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengenai sektor-sektor prioritas investasi, baik di dalam kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus (KEK) maupun di luar kawasan tersebut," ucapnya.

Selain itu menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa mencapai 8 persen di tengah efisiensi anggaran, ia juga menekankan bahwa sektor hilirisasi turut menjadi fokus utama dalam paparan tersebut, termasuk di bidang perkebunan dengan berbagai macam komoditas unggulan.

Sementara, Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengaku siap menjalankan efisiensi anggaran yang diterapkan oleh pemerintah pusat.

Ia menegaskan, langkah efisiensi ini akan dilakukan dengan memastikan semua pengeluaran tetap termonitor dengan baik dan tidak mengganggu kinerja pemerintahan maupun pembangunan daerah.

“Efisiensi ini harus berjalan tanpa menghambat pelayanan dan pembangunan. Semua akan dipastikan tetap berjalan optimal,” ujar Khofifah.

Dengan berbagai kebijakan yang diterapkan, diharapkan efisiensi anggaran tetap mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hingga mencapai 8 persen serta meningkatkan investasi di berbagai sektor prioritas di Indonesia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

WFH ASN Belum Pasti, Menkeu Tunggu Harga Minyak Dunia

WFH ASN Belum Pasti, Menkeu Tunggu Harga Minyak Dunia

NASIONAL
Pembangunan Kantor Satpol PP Jakarta Tertunda karena Efisiensi

Pembangunan Kantor Satpol PP Jakarta Tertunda karena Efisiensi

JAKARTA
Pangkas Perjalanan Dinas, Pemkot Makassar Sukses Hemat hingga Rp 60 M

Pangkas Perjalanan Dinas, Pemkot Makassar Sukses Hemat hingga Rp 60 M

SULAWESI SELATAN
Purbaya Tak Keberatan Gaji Menteri Dipotong hingga 25 Persen

Purbaya Tak Keberatan Gaji Menteri Dipotong hingga 25 Persen

EKONOMI
WFH Jurus Hemat di Tengah Perang

WFH Jurus Hemat di Tengah Perang

B-PLUS
Apindo: Efisiensi Anggaran Jangan Hambat Proyek dan Lapangan Kerja

Apindo: Efisiensi Anggaran Jangan Hambat Proyek dan Lapangan Kerja

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon