Wall Street Menguat, Saham Coinbase dan Nvidia Bikin Kejutan Besar
Rabu, 14 Mei 2025 | 06:08 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Indeks utama Wall Street sebagian besar menguat pada perdagangan Selasa (13/5/2025) setelah laporan inflasi menunjukkan adanya perlambatan yang tidak terduga, dan juga dukungan saham-saham teknologi.
Inflasi inti Amerika Serikat (AS) pada April 2025 turun menjadi 2,3% dari 2,4% pada Maret 2025, meskipun ada ketidakpastian terkait perang dagang dan lonjakan impor sebelum tarif baru diberlakukan. Hal ini mendorong Wall Street menguat.
Dilansir dari AP, indeks S&P 500 naik 0,7% ke level 5.886,55, memperpanjang reli setelah pengumuman gencatan senjata 90 hari antara AS dan Tiongkok untuk membuka ruang negosiasi. Indeks Nasdaq mencatat kenaikan terbesar, melonjak 1,6% ke 19.010,08, ditopang saham-saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
Namun, indeks Dow Jones justru melemah 0,6% atau turun 269,67 poin ke 42.140,43, akibat aksi jual pada saham sektor kesehatan.
Salah satu penggerak utama pasar adalah lonjakan saham Coinbase Global yang naik 24% seusai pengumuman bahwa saham perusahaan akan bergabung dalam indeks S&P 500 pada pekan depan, menggantikan Discover Financial Services yang diakuisisi Capital One Financial. Hal ini mendorong banyak dana investasi membeli saham Coinbase menjelang perdagangan saham.
Saham teknologi berbasis AI turut mendorong pasar. Nvidia naik 5,6% setelah mengumumkan kerja sama dengan startup AI milik dana kekayaan negara Arab Saudi, Humain, untuk memasok 18.000 cip guna mendukung pembangunan pusat data di Timur Tengah.
Super Micro Computer, produsen server untuk AI, melonjak 16%, sedangkan GE Vernova naik 4% dan Palantir Technologies menguat 8,1%.
Sementara itu, kejatuhan UnitedHealth menjadi penyebab utama melemahnya indeks Dow Jones. Saham UnitedHealth Group, perusahaan asuransi kesehatan terbesar di AS, anjlok hingga 17,8% setelah menangguhkan proyeksi keuangan tahunannya akibat tingginya biaya medis. Perusahaan juga mengumumkan pengunduran diri CEO Andrew Witty karena alasan pribadi.
Pada saat indesk utama Wall Street sebagian menguat, indeks di Eropa dan sebagian besar Asia juga menguat, meskipun indeks Hang Seng di Hong Kong turun 1,9%.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




