Bunga FLPP Turun, Daya Beli Masyarakat Naik
Selasa, 31 Januari 2012 | 11:36 WIB
Pemerintah tengah berupaya agar suku bunga FLPP menjadi 5-6 persen pada tahun ini, hal itu dikarenakan suku bunga SBI telah turun menjadi 5 persen pada tahun ini
Rencana pemerintah menurunkan suku bunga fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) akan meningkatkan daya beli masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) menjadi 10 persen.
Pemerintah tengah berupaya agar suku bunga FLPP menjadi 5-6 persen pada tahun ini, hal itu dikarenakan suku bunga SBI telah turun menjadi 5 persen pada tahun ini, sedangkan pada tahun 2008 mencapai 10,33 persen, 2009 sekitar 7,67 persen, 2010 mencapai 6,56 persen, dan tahun 2011 sudah turun 6,54 persen.
"Jadi saya minta agar bank penyalur buat perjanjian kerja sama operasional (PKO) baru untuk turunkan bunga ini pada Desember 2011," ungkap Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz saat rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, hari ini.
Menurut Djan, penurunan suku bunga FLPP akan membuat daya beli masyarakat akan naik sekitar 10 persen. "Kalau bunga FLPP turun, maka cicilan MBR juga turun, sehingga kesempatan mereka bisa membeli rumah meningkat," katanya.
Selama ini pemerintah menyediakan dana FLPP sebesar 61,70 persen, sedangkan bank mencapai 38,30 persen. Dana ini akan digabungkan sehingga pembiayaan perumahan bersubsidi makin besar.
"Namun, kami mau agar dana dari pemerintah diturunkan menjadi 50 persen agar pasarnya menjadi banyak," ujar dia.
Djan optimisitis, PKO antara pemerintah dan perbankan akan dapat segera dilakukan. Dia juga optimistis penyaluran FLPP dapat kembali bergulir pada Februari 2012. "Soal suku bunga akan dapat berjalan lagi bulan depan," kata dia.
Bank BTN menjadi bank yang paling agresif menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) FLPP mencapai 90 persen. Sedangkan sisanya dilakukan oleh Bank Bukopin, Bank Pembangunan Daerah, dan lainnya.
Adapun total penyaluran FLPP sepanjang 2010-2011 sebanyak 120.814 unit dengan dana yang tersalurkan mencapai Rp 4,05 triliun.
Rencana pemerintah menurunkan suku bunga fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) akan meningkatkan daya beli masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) menjadi 10 persen.
Pemerintah tengah berupaya agar suku bunga FLPP menjadi 5-6 persen pada tahun ini, hal itu dikarenakan suku bunga SBI telah turun menjadi 5 persen pada tahun ini, sedangkan pada tahun 2008 mencapai 10,33 persen, 2009 sekitar 7,67 persen, 2010 mencapai 6,56 persen, dan tahun 2011 sudah turun 6,54 persen.
"Jadi saya minta agar bank penyalur buat perjanjian kerja sama operasional (PKO) baru untuk turunkan bunga ini pada Desember 2011," ungkap Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz saat rapat kerja dengan Komisi V DPR RI, hari ini.
Menurut Djan, penurunan suku bunga FLPP akan membuat daya beli masyarakat akan naik sekitar 10 persen. "Kalau bunga FLPP turun, maka cicilan MBR juga turun, sehingga kesempatan mereka bisa membeli rumah meningkat," katanya.
Selama ini pemerintah menyediakan dana FLPP sebesar 61,70 persen, sedangkan bank mencapai 38,30 persen. Dana ini akan digabungkan sehingga pembiayaan perumahan bersubsidi makin besar.
"Namun, kami mau agar dana dari pemerintah diturunkan menjadi 50 persen agar pasarnya menjadi banyak," ujar dia.
Djan optimisitis, PKO antara pemerintah dan perbankan akan dapat segera dilakukan. Dia juga optimistis penyaluran FLPP dapat kembali bergulir pada Februari 2012. "Soal suku bunga akan dapat berjalan lagi bulan depan," kata dia.
Bank BTN menjadi bank yang paling agresif menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) FLPP mencapai 90 persen. Sedangkan sisanya dilakukan oleh Bank Bukopin, Bank Pembangunan Daerah, dan lainnya.
Adapun total penyaluran FLPP sepanjang 2010-2011 sebanyak 120.814 unit dengan dana yang tersalurkan mencapai Rp 4,05 triliun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
Bagikan
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
SUMATERA UTARA
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
SUMATERA UTARA
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER
1
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




