Nilai Transaksi Harian Turun di Tengah Isu Pasar Saham Buka 3 Sesi
Minggu, 25 Mei 2025 | 08:26 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Selama sepekan, yakni periode 19—23 Mei 2025, rata-rata nilai transaksi harian Bursa Efek Indonesia (BEI)
mengalami perubahan sebesar 12,51% menjadi Rp14,52 triliun dari Rp16,59 triliun pada pekan sebelumnya. Hal ini terjadi ketika wacana penambahan perdagangan bursa atau pasar saham menjadi tiga kali mengemuka.
Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad mengungkapkan, penurunan juga turut dialami oleh rata-rata volume transaksi harian bursa pekan ini, yaitu sebesar 24,15% menjadi 22,78 miliar lembar saham dari 30,02 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya.
Pada hari terakhir perdagangan saham, Jumat (23/5/2025), investor asing mencatatkan nilai beli bersih Rp 589,43 miliar. "Sepanjang tahun
2025 ini, investor asing mencatatkan nilai jual bersih Rp 46,66 triliun," jelas dia dalam keterangan tertulisnya, dikutip Minggu (25/5/2025).
Di sisi lain, peningkatan terjadi pada kapitalisasi pasar BEI mengalami kenaikan sebesar 1,97% menjadi Rp12.561 triliun dari Rp12.318 triliun pada sepekan sebelumnya. Pergerakan IHSG selama sepekan mengalami kenaikan sebesar 1,51% dan ditutup pada level 7.214,163 dari 7.106,526 pada pekan lalu.
"Namun, Rata-rata frekuensi transaksi harian selama pekan ini mengalami perubahan sebesar 4,46%, menjadi 1,36 juta kali transaksi
dari 1,42 juta kali transaksi pada pekan lalu," tambah dia.
BEI memang telah melakukan kajian penambahan sesi perdagangan pasar saham sebagai upaya meningkatkan nilai transaksi harian di pasar modal. Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan, kajian ini masih berada pada tahap awal dan akan dilakukan dengan melibatkan para pelaku pasar.
Menurutnya, langkah ini sejalan dengan perkembangan global, mengingat beberapa bursa besar dunia seperti New York Stock Exchange (NYSE) sudah menerapkan perdagangan 24 jam.
“Ini menjadi salah satu kajian kami. Kami akan berdiskusi dengan para pelaku pasar,” ujar Iman kepada media di Jakarta, Jumat (23/5/2025).
Penambahan sesi perdagangan bursa dianggap harus melalui pertimbangan strategis, termasuk siapa target pasar yang akan dilayani. Iman menekankan pentingnya masukan dari seluruh pemangku kepentingan.
“Kalau memang sesi ditambah, kita harus tahu siapa yang akan kita sasar. Kita evaluasi dan terima masukan dahulu,” ucap dia terkait penambahan sesi perdagangan pasar saham.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




