ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

AS Tertarik Sumber Daya Mineral RI, Airlangga Dorong Investasi Bersama

Jumat, 11 Juli 2025 | 15:09 WIB
AS
AD
Penulis: Addin Anugrah Siwi | Editor: AD
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaksanakan pertemuan dengan U.S. Secretary of Commerce Howard Lutnick dan United States Trade Representative Jamieson Greer pada Rabu, 9 Juli 2025.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto melaksanakan pertemuan dengan U.S. Secretary of Commerce Howard Lutnick dan United States Trade Representative Jamieson Greer pada Rabu, 9 Juli 2025. (Kemenko Perekonomian/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Indonesia membuka peluang kerja sama strategis dengan Amerika Serikat (AS) di sektor critical minerals atau mineral kritis.

Dalam pertemuan bilateral di Washington DC, Rabu (9/7/2025), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan kesiapan Indonesia untuk mengembangkan investasi bersama dalam pengolahan sumber daya alam andalan, seperti nikel, mangan, kobalt, dan tembaga.

Ketertarikan tinggi dari pihak AS terhadap potensi sumber daya mineral Indonesia menjadi peluang untuk memperkuat hilirisasi. Pemerintah AS disebut sangat antusias menjajaki kemitraan di sektor ini.

ADVERTISEMENT

“Pihak AS menunjukkan ketertarikan yang kuat untuk mendorong kemitraan di bidang critical minerals. Kita perlu mengoptimalkan potensi kerja sama dan investasi dalam pengolahan mineral tersebut,” ujar Airlangga dalam siaran pers Kemenko Perekonomian, Jumat (11/7/2025).

Pembahasan ini menjadi bagian dari agenda besar perundingan tarif resiprokal yang tengah dijajaki kedua negara, menjelang pemberlakuan kebijakan tarif baru oleh pemerintahan Presiden Donald Trump pada 1 Agustus 2025.

Selain membahas soal tarif, kedua pihak juga membicarakan peluang kolaborasi jangka panjang di sektor energi, perdagangan digital, dan penguatan rantai pasok strategis.

Langkah ini dinilai selaras dengan strategi hilirisasi nasional, yang menargetkan peningkatan nilai tambah dari sektor pertambangan guna memperkuat industri dalam negeri serta daya saing ekspor. 

Pemerintah berharap kerja sama dengan AS dapat membuka akses pada teknologi, pasar, dan investasi baru, khususnya untuk pengembangan ekosistem kendaraan listrik dan energi bersih.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mendag Ungkap Progres Negosiasi Dagang dengan Trump

Mendag Ungkap Progres Negosiasi Dagang dengan Trump

EKONOMI
RI Bidik Negosiasi Tarif Dagang dengan AS Selesai Akhir 2025

RI Bidik Negosiasi Tarif Dagang dengan AS Selesai Akhir 2025

EKONOMI
Mendag Targetkan Negosiasi Tarif dengan AS Rampung Bulan Ini

Mendag Targetkan Negosiasi Tarif dengan AS Rampung Bulan Ini

EKONOMI
Negosiasi Tarif RI dengan AS Berlanjut untuk Kedaulatan Ekonomi

Negosiasi Tarif RI dengan AS Berlanjut untuk Kedaulatan Ekonomi

EKONOMI
Nego Tarif Dagang, Luhut Siap Temui Mendag AS pada September

Nego Tarif Dagang, Luhut Siap Temui Mendag AS pada September

EKONOMI
Indonesia Masih Negosiasi Tarif AS, Targetkan Nol Persen

Indonesia Masih Negosiasi Tarif AS, Targetkan Nol Persen

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon