ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Badak NGL Berkomitmen Pasok Gas Alam di Tengah Tantangan Global

Kamis, 31 Juli 2025 | 12:07 WIB
AH
JS
Penulis: Akmalal Hamdhi | Editor: JAS
Komisaris Utama PT Badak LNG Daniel Purba.
Komisaris Utama PT Badak LNG Daniel Purba. (Beritasatu.com/Akmalal Hamdhi)

Jakarta, Beritasatu.com - PT Badak NGL (Badak LNG) tetap optimistis di tengah berbagai gejolak global seperti perang tarif dan konflik geopolitik. Anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi ini berkomitmen untuk memenuhi pasokan gas alam untuk domestik dan luar negeri.

Komisaris Utama PT Badak LNG Daniel Purba mengatakan, pihaknya berkomitmen penuh untuk memenuhi kebutuhan gas alam liquefied natural gas (LNG) dan liquefied petroleum gas (LPG). Badak NGL terutama memprioritaskan kebutuhan gas untuk dalam negeri.

Ia mengungkapkan, PT Badak NGL memproses gas yang berada di Kalimantan Timur sekitar 500 juta standar cubic feet per day (MMSCFD). Dalam setahun, Badak NGL mampu memproduksi LPG kurang lebih sebesar 100.000 ton.

ADVERTISEMENT

‘’Jumlahnya memang tidak besar dibandingkan dengan konsumsi dalam negeri yang sekitar 8 juta. Namun, inilah upaya yang kami bisa lakukan untuk memaksimalkan produksi LPG,’’ kata Daniel saat ditemui di sela acara Energi Mineral Festival 2025 di Hutan Kota by Plataran di Jakarta, Kamis (31/7/2025).

Daniel menambahkan, Badak NGL juga telah mengembangkan inovasi yang disebut LPG Production Booster System (LPBS). Teknologi ini untuk memaksimalkan prpoduksi LPG dari pasokan gas yang ada.

Selain itu, Badak NGL berkomitmen untuk memproduksi hingga memasok gas alam cair (LNG) terutama untuk kebutuhan domestik. Seiring berjalannya waktu, tingkat pasokan LNG ke luar negeri terus dikurangi untuk dialihkan ke dalam negeri.

Daniel menuturkan bahwa telah dilakukan negosiasi dengan para pembeli (buyer) di luar negeri untuk membicarakan kontrak penjualan gas. Namun memang peralihan tersebut perlu waktu, proses, serta pendekatan secara business to businees (B2B) maupun government to government (G2G).

‘’Dalam perkembangannya, kebutuhan gas dalam negeri terus meningkat, tetapi produksi gas yang ada saat ini itu sudah komitmen keluar negeri. Solusinya? Kami mendapatkan dukungan dari pembeli dan saya pribadi sangat optimis mengenai itu,’’ ujar Daniel.

Daniel menyebutkan, negara-negara pembeli gas olahan Badak LNG di antaranya Jepang, Korea, dan China. Di tengah kebutuhan gas alam cair yang meningkat dan adanya perang tarif dagang, Badak LNG tetap berkomitmen memasok gas LNG ke luar negeri.

Menyoroti konflik Rusia-Ukraina, Daniel menilai, ada peluang untuk memasok gas alam ke Eropa. Seperti diketahui, efek konflik tersebut menyebabkan fasilitas produksi terganggu hingga aliran gas Rusia dilarang masuk ke Eropa.

Negara-negara Eropa yang selama ini bergantung kepada gas di Rusia tentunya membutuhkan alternatif pasokan dari sumber lain. Dalam kondisi ini, LNG dipandang sebagai alternatif gas yang cepat.

Namun demikian, Daniel berujar, gas alam dari Indonesia bukan menjadi alternatif utama atas konflik Rusia-Ukraina tersebut. Di lain sisi, anak grup Pertamina ini telah berkomitmen untuk memprioritaskan kebutuhan dalam negeri.

Ia mengatakan, saat ini produsen LNG terbesar adalah Amerika Serikat (AS), sehingga banyak gas dari dari negeri Paman Sam tersebut mengalir ke Eropa. Selain AS, Eropa mencari alternatif dari gas Australia dan negara-negara timur tengah.

‘’Itulah upaya-upaya PT Badak NGL untuk bisa memastikan ketersediaan energi nasional dalam hal ini gas, baik itu LNG maupun LPG,’’ pungkas Daniel.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon