Inflasi Juli 0,3 Persen Dipicu Kenaikan Harga Pangan dan Pendidikan
Jumat, 1 Agustus 2025 | 11:20 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa inflasi bulanan pada Juli 2025 mencapai 0,3%. Jika dilihat secara tahunan (year on year), inflasi berada di angka 2,37%, sementara inflasi sejak awal tahun atau year to date tercatat sebesar 1,69%.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, kenaikan indeks harga konsumen dari 108,27 pada Juni 2025 menjadi 108,6 pada Juli menjadi indikasi terjadinya inflasi bulanan.
Menurut Pudji, sektor makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang utama inflasi pada bulan laporan, dengan tingkat inflasi kelompok ini mencapai 0,74% dan memberi kontribusi terbesar terhadap total inflasi bulanan. Komoditas seperti beras, tomat, bawang merah, dan cabai rawit menjadi pemicu utama naiknya harga di sektor ini.
“Selain pangan, kelompok pendidikan juga mengalami peningkatan harga yang cukup signifikan. BPS mencatat adanya kontribusi dari biaya pendidikan dasar hingga menengah, termasuk biaya bimbingan belajar dan taman kanak-kanak, terhadap laju inflasi bulan Juli,” ucapnya dalam konferensi pers di kantor BPS, Jakarta, Jumat (1/8/2025).
Kenaikan harga bensin, telur ayam ras, dan biaya sekolah dasar turut memperkuat tekanan inflasi. Pada sisi lain, penurunan tarif angkutan udara tercatat memberikan sedikit efek penahan laju inflasi atau deflasi.
Secara keseluruhan, seluruh komponen inflasi mengalami kenaikan. Inflasi bulan Juli didominasi oleh komponen harga yang bergejolak, dengan laju inflasi sebesar 1,25% dan andil 0,2%. Pudji menyebut bahwa komoditas pangan, seperti beras dan sayuran menjadi penyumbang utama dari tekanan ini.
Komponen inti yang mencerminkan inflasi jangka panjang tercatat naik 0,13% dengan kontribusi terhadap inflasi sebesar 0,08%. Sementara itu, komponen harga yang diatur pemerintah mencatat inflasi 0,09% dan memberi andil sebesar 0,02%, terutama dari kenaikan harga bahan bakar rumah tangga, bensin, dan rokok mesin kretek.
Dengan kondisi ini, BPS menilai bahwa meski inflasi masih terkendali, faktor musiman dan fluktuasi harga pangan tetap menjadi perhatian utama dalam menjaga stabilitas harga ke depan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




