Ekonomi Kuartal II Naik 5,12 Persen Ditopang Industri Pengolahan
Selasa, 5 Agustus 2025 | 13:41 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,12 persen pada kuartal II 2025. Jika dilihat menurut lapangan usaha tercatat industri pengolahan memberikan kontribusi terbesar yaitu 18,67 persen. Industri pengolahan tumbuh 5,68 persen pada kuartal II 2025.
“Industri pengolahan tumbuh 5,68 persen karena didorong oleh permintaan domestik dan luar negeri,” ucap Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Selasa (5/8/2025).
Kinerja industri pengolahan disokong oleh industri makanan dan minuman yang tumbuh 6,15 persen. Pertumbuhan industri makanan dan minuman didorong oleh peningkatan permintaan domestik dan luar negeri seperti produk minyak mentah kelapa sawit, minyak goreng, dan makanan olahan lainnya.
Pada saat yang sama industri logam dasar tumbuh 14,91 persen didorong oleh peningkatan permintaan luar negeri, seperti produk besi dan baja. Sedangkan industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tumbuh 9,39 persen.
“Pertumbuhan industri kimia, farmasi, dan obat tradisional sejalan dengan peningkatan permintaan domestik untuk produk farmasi dan obat tradisional, serta permintaan luar negeri untuk bahan dan barang kimia,” terang Edy.
Selanjutnya, lapangan usaha perdagangan memberikan kontribusi sebesar 13,02 persen dan tumbuh 5,37 persen pada kuartal II 2025. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan aktivitas perdagangan barang-barang domestik dan impor untuk memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga.
“Peningkatan aktivitas produksi di sektor lainnya turut mendorong sektor perdagangan,” imbuh Edy.
Sektor informasi dan komunikasi memberikan kontribusi 4,38 persen dan tumbuh 7,92 persen pada kuartal II 2025. Kondisi tersebut sejalan dengan adanya peningkatan aktivitas telekomunikasi.
“Terjadi peningkatan traffic data dan transaksi elektronik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan bisnis,” kata Edy.
Sedangkan sektor konstruksi memberikan kontribusi 9,48 persen dan tumbuh 4,98 persen pada kuartal II 2025. Lapangan usaha di bidang konstruksi tumbuh seiring dengan peningkatan aktivitas konstruksi. Pertumbuhan ini sejalan dengan peningkatan aktivitas konstruksi yang dibiayai oleh swasta dan rumah tangga yang terlihat dari peningkatan indeks nilai konstruksi.
“Lalu peningkatan impor bahan baku konstruksi sebesar 4,98 persen dan realisasi pengadaan semen,” pungkas Edy.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




