ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Udang Indonesia Terpapar Radioaktif, Kepercayaan Pasar Bisa Turun

Jumat, 22 Agustus 2025 | 15:16 WIB
CN
MK
Penulis: Chandra Adi Nurwidya | Editor: MBK
Ilustrasi: Petani udang windu di tambak sewaan di Kampung Baru Setia Mekar, Desa Huripjaya, Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi Jawa Barat.
Ilustrasi: Petani udang windu di tambak sewaan di Kampung Baru Setia Mekar, Desa Huripjaya, Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi Jawa Barat. (Suara Pembaruan)

Yogyakarta, Beritasatu.com – Penolakan produk udang beku asal Indonesia oleh otoritas Amerika Serikat menimbulkan perhatian serius terkait standar keamanan pangan ekspor perikanan.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) merekomendasikan penarikan produk udang merek Great Value yang diimpor dari PT Bahari Makmur Sejati (BMS Foods). Hal ini setelah satu sampel udang terdeteksi mengandung isotop radioaktif Cesium-137 (Cs-137) pada kadar 68,48 Bq/kg ± 8,25 Bq/kg.

Meskipun kandungan tersebut masih di bawah ambang intervensi FDA, temuan ini tetap memicu kekhawatiran karena berisiko bagi kesehatan jika dikonsumsi terus-menerus dalam jangka panjang.

ADVERTISEMENT

Dosen Teknologi Hasil Perikanan UGM, Indun Dewi Puspita, menegaskan kasus ini menjadi peringatan penting bagi semua pihak, mulai dari petambak, industri, eksportir, hingga pemerintah.

“Hal ini menjadi isu yang sangat penting, khususnya untuk jaminan mutu produk perikanan Indonesia,” ujarnya, Kamis (21/8/2025).

Indun menyebut, dari sisi ekonomi, penolakan tersebut menimbulkan kerugian besar karena produk ekspor tidak dapat dimanfaatkan. Hal ini juga mengganggu rantai pasok dan melemahkan posisi Indonesia di pasar global.

“Kerugiannya sangat besar, dan di sisi lain perdagangan produk perikanan Indonesia menjadi catatan di perdagangan global, sehingga jaminan mutu harus benar-benar diperhatikan,” katanya.

Menurutnya, kepercayaan internasional menjadi faktor krusial. Negara pengimpor tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun terhadap keselamatan konsumen. “Adanya isu kualitas apalagi kaitannya dengan bahaya, ini bisa menurunkan kepercayaan pasar dan berdampak panjang pada nilai jual serta produksi di dalam negeri,” terangnya.

Indun menekankan perlunya transparansi dan sistem traceability untuk mengembalikan kepercayaan pasar global. “Respon yang cepat dan transparan menjadi hal yang sangat penting untuk mengembalikan citra dan kepercayaan dari pasar global,” jelasnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ahli UGM Ungkap Bahaya Radiasi Nuklir Cesium-137 pada Udang Beku

Ahli UGM Ungkap Bahaya Radiasi Nuklir Cesium-137 pada Udang Beku

LIFESTYLE
Menteri Hanif Tutup Sumber Radioaktif Cesium-137 di Serang

Menteri Hanif Tutup Sumber Radioaktif Cesium-137 di Serang

EKONOMI
Pemerintah Bentuk Satgas Tangani Kasus Udang Beku Radioaktif

Pemerintah Bentuk Satgas Tangani Kasus Udang Beku Radioaktif

NASIONAL
Petambak Udang Banten Desak Pemerintah Atasi Penolakan Ekspor AS

Petambak Udang Banten Desak Pemerintah Atasi Penolakan Ekspor AS

BALI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT