Data Pertumbuhan Ekonomi Terkonfirmasi Data Lain
Senin, 11 Agustus 2025 | 20:46 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Laporan pertumbuhan ekonomi Indonesia, termasuk kuartal II-2025 yang tumbuh 5,12% secara year on year (yoy), selalu disusun berdasarkan data dan fakta yang dihimpun secara serentak baik di tingkat nasional, provinsi, muapun kabupaten. Data-data antarwilayah itu pun selalu diperiksa ulang (cross check) sehingga dipastikan akurat dan komprehensif karena merupakan data agregasi dari seluruh kabupaten dan kota di Tanah Air.
Keakuratan data itu, di antara telah terbukti dengan kecocokan atau terkonfirmasinya data penopang pertumbuhan ekonomi Badan Pusat Statistik (BPS) dengan data otoritas lain. Sebagai contoh, kinerja lapangan usaha industri pengolahan yang pada kuartal II-2025 tumbuhnya 5,68% dengan kontribusi ke produk domestik broto (PDB) 18,67%, terkonfirmasi oleh data Prompt Manufacturing Index (PMI) Bank Indonesia (BI) pada kuartal sama yang berada di 50,89 atau di zona ekspansif.
Kinerja pertumbuhan industri pengolahan yang melampaui pertumbuhan ekonomi agregat itu juga dikonfirmasi oleh data BI yang lain yakni kapasitas produksi terpakai yang sebesar 73,58% atau lebih tinggi dibanding kuartal I-2025 yang tercatat sebesar 73,25%. Selain itu, data PT Perusahaan Listrik Negara/PLN (Persero) soal penjualan listrik segmen industri yang tumbuh sebesar 8,55% (yoy), kian memperkuat keabsahan data BPS.
Sedangkan dari sisi data penopang pertumbuhan ekonomi menurut pengeluaran, konsumsi rumah tangga yang tumbuh 4,97% (yoy) dengan kontribusi ke PDB sebesar 54,25% juga terkonfirmasi oleh data BI maupun BPS yang lain. Indeks Penjualan Riil (IPR) Juni 2025 BI diperkirakan tumbuh sebesar 2,0% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya, sedangkan data BPS menyebutkan, pertumbuhan transaksi online dari e-retail dan marketplace sebesar 7,55% (qtq).
Selanjutnya, terkait data investasi (PMTB) yang mencatat pertumbuhan 6,99%, tertinggi sejak kuartal II-2021, dikonfirmasi oleh investasi bangunan yang tumbuh 4,89% dan investasi mesin yang melonjak 25,3 persen. Sedangkan realisasi investasi langsung mencapai Rp 477,7 triliun, didorong pertumbuhan penanaman modal dalam Negeri (PMDN) sebesar 30,5% (yoy) dan belanja modal pemerintah meningkat 30,37%, utamanya pada peralatan dan mesin.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti yang biasa disapa Winny menjelaskan, dalam mengukur pertumbuhan ekonomi, yang digunakan adalah data dan fakta, bukan asumsi atau persepsi. “Tentunya, BPS selalu menjaga kualitas dan akurasi data yang dihasilkan. Kami juga mengacu kepada standar internasional dalam menghitung PDB ini,” ujar dia dalam wawancara eksklusif untuk program BeritaSatu Spesial yang akan tayang di BTV pukul 12.00 WIB dan kanal BeritaSatu pukul 20.00 WIB, Senin (11/08/2025).
BACA JUGA
Kilang Pertamina Lampaui Target Operasional di Semester Pertama 2025, Pacu Pemenuhan BBM Nasional
Dalam menghimpun data, lanjut Winny, BPS didukung oleh kantor BPS yang tersebar di 491 kabupaten/kota dan 34 provinsi. Semua kantor tersebut bergerak bersama mengumpulkan data, menghasilkan statistik dengan standar-standar maupun kaidah yang serentak sama serta terorkestrasi dengan baik.
“Sehingga tidak mungkin kalau data yang kami hasilkan tidak akurat, kami akan terus menjaga kualitas data statistik yang kami hasilkan supaya kami tetap bisa menjadi lembaga statistik yang terpercaya,” tandas dia menanggapi keraguan sebagian pihak terkait data pertumbuhan ekonomi BPS periode kuartal II-2025.
Pada kesempatan yang sama, Winny mengajak masyarakat luas agar melihat statistik atau pun data secara komprehensif alias tidak sepotong-sepotong. Dengan demikian, data bisa diterjemahkan dengan cara yang tidak terfragmentasi, melainkan dengan cara yang utuh sehingga tidak menimbulkan salah tafsir.
“Ini supaya kita bisa melihat bagaimana sesungguhnya data itu berbicara. Karena, tentunya mengukur ekonomi itu yang paling penting adalah dengan data dan fakta, bukan dengan asumsi atau pun persepsi. Jadi, mengukur ekonomi tentunya kita berbicara dengan data, karena data akan bercerita tentang fakta,” jelas dia.
Pada Selasa (05/08/2025), BPS melaporkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,12% (yoy), lebih tinggi dari periode sebelumnya yang sebesar 4,78% maupun periode sama yang tahun sebelumnya yang sebesar 5,05%. Kinerja ini bahkan melampaui prediksi banyak pakar yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi hanya akan berada di sekitar 4,8%. Bukan hanya melampaui proyeksi pasar, ini juga menjadi pertumbuhan tertinggi dalam dua tahun terakhir.
Winny menyanggah bahwa kinerja industri pengolahan atau manufaktur melemah pada kuartal II-2025. Beberapa subsektor industri pengolahan yaitu industri logam dasar bahkan tumbuh hingga 14,91% (yoy), industri daging dan olahan juga meningkat 7,94% yoy. Selanjutnya industri kimia, farmasi, dan obat tradisional melesat 9,39%. “Ini (juga) terkonfirmasi dari laporan emiten. Produksinya sedang meningkat pesat,” tandas dia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
Perkuat Kolaborasi, Kepala BPS RI Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Kepulauan Riau dan Sulawesi Selatan
EKONOMIBERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




