ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wall Street Cetak Rekor Menanti Penurunan Suku Bunga

Jumat, 5 September 2025 | 08:15 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Pasar saham Wall Street, Amerika Serikat (AS) ditutup beragam pada hari Jumat (14/2/2025) waktu AS.
Pasar saham Wall Street, Amerika Serikat (AS) ditutup beragam pada hari Jumat (14/2/2025) waktu AS. (AP)

New York, Beritasatu.com – Indeks S&P 500 ditutup pada level tertinggi sepanjang sejarah setelah data pasar tenaga kerja Amerika Serikat tidak mengubah ekspektasi penurunan suku bunga oleh Federal Reserve.

Indeks Dow Jones Industrial Average (DJI) menguat 350,06 poin atau 0,77% menjadi 45.621,29. S&P 500 (SPX) naik 53,82 poin atau 0,83% ke posisi 6.502,08, sedangkan Nasdaq Composite (IXIC) bertambah 209,97 poin atau 0,98% menjadi 21.707,69.

Saham Broadcom (AVGO.O), Amazon (AMZN.O), dan Meta Platforms (META.O) turut menopang penguatan pasar. Broadcom, yang dinilai sebagai pemain utama di sektor kecerdasan buatan, naik 1,2% pada penutupan perdagangan.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, data menunjukkan jumlah warga Amerika yang mengajukan klaim baru tunjangan pengangguran meningkat lebih tinggi dari perkiraan. Rekrutmen oleh perusahaan swasta juga melambat pada Agustus, memperkuat bukti pelemahan pasar tenaga kerja.

“Data pasar tenaga kerja akan keluar besok. Saya tidak melihat adanya perubahan signifikan karena (Ketua The Fed Jerome) Powell sudah menyampaikan bahwa pemangkasan (suku bunga) akan dilakukan, kecuali ada sesuatu yang benar-benar di luar ekspektasi,” ujar Kepala Riset dan Strategi Kuantitatif Horizon Investments, Mike Dickson, dikutip Reuters, Jumat (5/9/2025).

Di Bursa Efek New York (NYSE), jumlah saham yang naik melampaui yang turun dengan rasio 2,79 banding 1. Terdapat 303 saham yang mencatat rekor tertinggi baru dan 61 saham yang menyentuh level terendah. Di Nasdaq, 2.741 saham menguat sementara 1.878 saham melemah, dengan rasio 1,46 banding 1 untuk saham yang naik.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 14,68 miliar saham, lebih rendah dibandingkan rata-rata 16,07 miliar saham per sesi dalam 20 hari perdagangan terakhir.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru, Saham AI Jadi Pendorong

S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru, Saham AI Jadi Pendorong

EKONOMI
Dow Cetak Rekor Saat Data Ritel Lesu, Wall Street Ditutup Mixed

Dow Cetak Rekor Saat Data Ritel Lesu, Wall Street Ditutup Mixed

EKONOMI
Wall Street Melemah 1% Lebih Tertekan Belanja AI

Wall Street Melemah 1% Lebih Tertekan Belanja AI

EKONOMI
Nasdaq Berhasil Menguat, Wall Street Ditutup Bergerak 2 Arah

Nasdaq Berhasil Menguat, Wall Street Ditutup Bergerak 2 Arah

EKONOMI
Wall Street Menguat Sambut Data Positif Amerika Serikat

Wall Street Menguat Sambut Data Positif Amerika Serikat

EKONOMI
Wall Street Menguat Ditopang Saham Kesehatan

Wall Street Menguat Ditopang Saham Kesehatan

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon