ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wall Street Menguat Sambut Data Positif Amerika Serikat

Sabtu, 6 Desember 2025 | 08:15 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Pasar saham Wall Street, Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan pada perdagangan Jumat 7 Februari 2025 waktu setempat.
Pasar saham Wall Street, Amerika Serikat (AS) mengalami tekanan pada perdagangan Jumat 7 Februari 2025 waktu setempat. (AP)

New York, Beritasatu.com – Pasar saham Amerika Serikat mencatat kenaikan tipis pada penutupan perdagangan Sabtu (6/12/2025). Serangkaian data ekonomi terbaru menjaga optimisme pasar bahwa bank sentral AS (The Fed) akan memangkas suku bunga acuan pada pertemuan pekan depan.

Pelaku pasar masih mencerna sejumlah data ekonomi yang rilis tertunda akibat penutupan pemerintahan AS selama 43 hari. Di sisi lain, investor juga memantau indikator sekunder untuk menilai kekuatan ekonomi.

Rata-rata indeks utama mencatat penguatan. Dow Jones Industrial Average naik 104,05 poin atau 0,22% menjadi 47.954,99. S&P 500 menguat 13,28 poin atau 0,19% ke level 6.870,40. Nasdaq Composite menambah 72,99 poin atau 0,31% menjadi 23.578,13.

Secara mingguan, S&P 500 naik 0,31%, Nasdaq menguat 0,91%, dan Dow bertambah 0,5%. Ketiganya mencatat reli dua pekan beruntun.

ADVERTISEMENT

“Investor fokus pada pekan depan. Meski ada beberapa data tambahan yang akan rilis, perhatian utama tetap pada rapat The Fed. Saat ini peluang pemangkasan suku bunga seperempat poin sangat tinggi,” ujar Wakil Presiden dan Manajer Portofolio Washington Trust Wealth Management, Michael Sheldon, seperti dilansir dari Reuters.

Data Departemen Perdagangan AS menunjukkan belanja konsumen, kontributor lebih dari dua pertiga aktivitas ekonomi, naik 0,3% pada September, sesuai perkiraan analis. Kenaikan bulan Agustus direvisi turun menjadi 0,5%.

Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), indikator inflasi acuan The Fed, tercatat meningkat 0,3% pada September, sama dengan bulan sebelumnya. Secara year on year, inflasi PCE berada di level 2,8%, sedikit lebih tinggi dibandingkan 2,7% pada Agustus.

Sentimen konsumen juga membaik. Survei University of Michigan memperlihatkan indeks sentimen awal Desember naik menjadi 53,3, melampaui perkiraan 52.

Sektor communication services pun menjadi yang terbaik dengan kenaikan hampir 1% dan mencetak rekor penutupan tertinggi. Sebaliknya, indeks kesehatan S&P 500 melemah setelah sejumlah penasihat vaksin merevisi rekomendasi terkait imunisasi hepatitis B bagi bayi baru lahir.

S&P 500 kini hanya sekitar 1% dari rekor tertinggi. Namun saham-saham small cap menunjukkan reli lebih kuat dua pekan terakhir. 

Jumlah saham yang melemah di NYSE melampaui yang menguat dengan rasio 1,01 berbanding 1, sedangkan di Nasdaq rasio mencapai 1,22 berbanding 1. 

Volume transaksi di bursa AS mencapai 16,2 miliar saham, di bawah rata-rata 20 hari terakhir sebesar 17,72 miliar saham.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru, Saham AI Jadi Pendorong

S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru, Saham AI Jadi Pendorong

EKONOMI
Dow Cetak Rekor Saat Data Ritel Lesu, Wall Street Ditutup Mixed

Dow Cetak Rekor Saat Data Ritel Lesu, Wall Street Ditutup Mixed

EKONOMI
Wall Street Melemah 1% Lebih Tertekan Belanja AI

Wall Street Melemah 1% Lebih Tertekan Belanja AI

EKONOMI
Nasdaq Berhasil Menguat, Wall Street Ditutup Bergerak 2 Arah

Nasdaq Berhasil Menguat, Wall Street Ditutup Bergerak 2 Arah

EKONOMI
Wall Street Menguat Ditopang Saham Kesehatan

Wall Street Menguat Ditopang Saham Kesehatan

EKONOMI
Wall Street Cetak Rekor Menanti Penurunan Suku Bunga

Wall Street Cetak Rekor Menanti Penurunan Suku Bunga

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon