ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Wall Street Melemah 1% Lebih Tertekan Belanja AI

Jumat, 6 Februari 2026 | 07:57 WIB
MK
MK
Penulis: Martin Bagya Kertiyasa | Editor: MBK
Ilustrasi Wall Street
Ilustrasi Wall Street (AP Photo/Peter Morgan)

New York, Beritasatu.com – Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street ditutup melemah tajam pada perdagangan Jumat (6/2/2026) dipicu lonjakan belanja modal untuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Secara keseluruhan, indeks S&P 500 turun 1,23% ke 6.798,40. Nasdaq melemah 1,59% ke 22.540,59, sedangkan Dow Jones Industrial Average terkoreksi 1,20% ke 48.908,72.

Tekanan datang setelah induk Google, Alphabet, menyatakan berpotensi menggandakan belanja modal untuk AI. Saham Alphabet turun 0,55% setelah perusahaan mengungkap rencana belanja modal hingga US$ 185 miliar pada 2026.

Microsoft anjlok 5%, Palantir melemah 6,8%, dan Oracle turun 7%. Amazon terkoreksi 4,4% selama perdagangan reguler dan kembali merosot 10% setelah penutupan pasar. Saham produsen chip Nvidia, yang berpotensi diuntungkan dari lonjakan belanja AI, justru turun 1,4%.

ADVERTISEMENT

Dalam beberapa bulan terakhir, investor semakin berhati-hati terhadap belanja besar di sektor AI. Pasar menunggu bukti lebih kuat bahwa investasi tersebut benar-benar mendorong pendapatan dan laba.

“Volatilitas muncul karena pasar mempertanyakan apakah investasi ini pada akhirnya akan menghasilkan kinerja nyata,” ujar analis strategi investasi US Bank Wealth Management, Tom Hainlin, dilansir dari Reuters.

Kekhawatiran lain muncul dari pesatnya perkembangan teknologi AI yang dinilai berpotensi menggerus permintaan perangkat lunak tradisional sehingga menekan margin keuntungan sektor tersebut.

direktur pelaksana riset SimCorp, Melissa Brown, mengatakan tren AI yang dahulu menjadi pendorong utama pasar kini justru memicu kekhawatiran. Menurutnya, AI akan menguntungkan sebagian perusahaan, tetapi juga merugikan sektor tertentu, terutama perangkat lunak.

Sembilan dari 11 sektor di S&P 500 ditutup di zona merah, dipimpin sektor material yang turun 2,75% dan sektor consumer discretionary yang melemah 2,59%.

Pada indeks S&P 500, jumlah saham yang turun melampaui yang naik dengan rasio 1,8 banding 1. Indeks tersebut mencatat 44 saham menyentuh level tertinggi baru dan 10 saham mencatat level terendah baru.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru, Saham AI Jadi Pendorong

S&P 500 dan Nasdaq Cetak Rekor Baru, Saham AI Jadi Pendorong

EKONOMI
Dow Cetak Rekor Saat Data Ritel Lesu, Wall Street Ditutup Mixed

Dow Cetak Rekor Saat Data Ritel Lesu, Wall Street Ditutup Mixed

EKONOMI
Nasdaq Berhasil Menguat, Wall Street Ditutup Bergerak 2 Arah

Nasdaq Berhasil Menguat, Wall Street Ditutup Bergerak 2 Arah

EKONOMI
Wall Street Menguat Sambut Data Positif Amerika Serikat

Wall Street Menguat Sambut Data Positif Amerika Serikat

EKONOMI
Wall Street Menguat Ditopang Saham Kesehatan

Wall Street Menguat Ditopang Saham Kesehatan

EKONOMI
Wall Street Cetak Rekor Menanti Penurunan Suku Bunga

Wall Street Cetak Rekor Menanti Penurunan Suku Bunga

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon